Warga Junti Serang dan Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Pengangkutan Tanah Merah

Warga keluhkan ceceran tanah merah Proyek Buditexindo Serang

SERANG (KM) – Warga Junti dan sekitarnya serta pengguna jalan meminta Pemkab Serang atau Dishub/ Satpol PP Kabupaten Serang mengatur ulang jadwal lalu lintas mobil proyek pengangkut tanah merah untuk pembangunan di Kawasan Buditexindo, Kecamatan  Jawilan, Kabupaten Serang pada Selasa (15/11).

Keluhan terjadi karena tanah merah yang berasal dari lokasi proyek di Desa Junti berceceran di sepanjang jalan sehingga saat hujan, jalan menjadi licin dan dapat menimbulkan kecelakaan.

Salah satu premotor Pardi menerangkan jika dirinya merasa resah dan terganggu ketika melintas di Jalan Gabus Pamarayan karena jalan tersebut dikotori tanah merah diduga dari kawasan Proyek Buditexindo.

“Jalannya kotor banget dan penuh dengan tanah merah. Apa lagi tadi hujan pasti bisa merugikan pengguna jalan karena kondisi jalan yang licin akibat tanah merah,” katanya.

Pria berusia 63 tahun tersebut menambahkan seharusnya ada tim dari pengawas proyek maupun pemerintah daerah setempat yang memantau proyek tersebut. Artinya ketika ada pelanggaran atau pun keluhan dari masyarakat langsung bisa diatasi.

“Coba kalau pengawas proyek itu paham, pasti tanah merah yang berceceran di jalan langsung dibersihkan,” imbuhnya.

Ketua  BAI Didi mengatakan kondisi jalan yang kotor dan licin mampu merugikan pengguna kendaraan terutama pengguna sepeda motor. 

“Sangat merugikan banyak orang, ketika melintas harus lebih hati-hati karena kondisi jalan yang licin akibat hujan serta dipenuhi oleh tanah merah,” katanya.

Ia menambahkan Pemerintah  setempat harus mengambil tindakan, jangan sampai proyek itu merugikan masyarakat.

“Kalau mengotori jalan pasti ada sanksinya. Saya mohon agar pemerintah segera mengambil tindakan secara cepat,” harapnya.

Reporter: AL

Editor: Red1

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: