Oknum Staf UNIBA Resmi Dilaporkan ke Polda Banten Atas Dugaan Pelecehan Seksual

SERANG (KM) – Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum staf Universitas Bina Bangsa (UNIBA) beberapa waktu lalu resmi dilaporkan ke Polda Banten dengan nomor STUM 6104 Polda Banten, Senin (19/9).

Kuasa hukum korban, Medi Subandi menerangkan bahwa kasus ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian. “Saya bersama tim sudah melaporkan terkait kasus tindak pidana kekerasan seksual ini ke Polda Banten,”terang Medi pada kupasmerdeka.com.

“Pihak korban beserta keluarga korban meminta perlindungan hukum dan menuntut keadilan hukum. Kami melihat sisi hukumnya dimana korban mendapatkan perlakuan tindakan asusila atau tindakan tak senonoh sehingga korban mengalami trauma,” ujarnya.

“Berdasarkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) No 12 Tahun 2022 pasal 6 huruf b, yang berbunyi ‘Setiap orang yang melakukan perbuatan seksualsecara fisik yang ditujukan terhadap tubuh,keinginan seksual,dan/ atau organ reproduksi dengan maksud menempatkan seseorang di bawah kekuasaannya secara melawan hukum, baik di dalam maupun di luar perkawinan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 300.000.000’,” lanjutnya.

Karena kejadian tersebut, menurut Medi, korban mengalami trauma psikologis. “Jadi kami dari tim kuasa hukum Medi Subandi & Partners, selain melaporkan kasus ini ke Polda Banten, kami juga fokus terhadap pemulihan psikologi korban mau kuliah dan bersosialisasi dengan masyarakat lagi. Harapan kami pihak Polda Banten bisa segera menindaklanjuti kasus ini agar korban mendapatkan keadilan hukum,” harapnya.

Advertisement

Di tempat terpisah, Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Banten Yayah mengatakan dua mahasiswi ini sudah melapor ke P2TP2A dan Unit PPA Provinsi Banten. “Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas,” katanya di kantor P2TP2A, Senin 19/9.

“Saya selaku Wakil Ketua P2TP2A sangat prihatin terhadap kasus ini. Secara pelayanan, kami akan melakukan rehabilitasi sosial psikologisnya. Kami berharap kasus ini harus dikawal tuntas agar mendapatkan keadilan secara hukum.dan tentunya kami mendukung proses yang sudah dilakukan LBH,” harapnya.

“Kami akan berkordinasi dengan unit PPA dan harus dikaji secara hukum. Ketua P2TP2A, Ibu Ade Rosi juga anggota DPR RI Komisi III juga berpesan kita harus peduli terhadap kasus pelecehan seksual ini menjadi perhatian kita semua dan harus dikawal sampai selesai,” pungkasnya.

Reporter: Acun S

Editor : Sudrajat/Red1

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: