PPTK Klaim Kerusakan Jalan Kompas-Simpang Lima Sudah Diperbaiki, Aktivis Tantang Cek ke Lokasi

Kondisi pekerjaan jalan Kompas-Simpang Lima, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan yang masih mengalami kerusakan aspal (dok. KM)
Kondisi pekerjaan jalan Kompas-Simpang Lima, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan yang masih mengalami kerusakan aspal (dok. KM)

BEKASI (KM) – Pemeliharaan jalan Kompas-Simpang Lima, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang baru selesai dikerjakan beberapa hari oleh kontraktor CV. Paradise menggunakan item aspal (Hotmix) telah mengalami kerusakan di beberapa bagian titik jalan.

Menurut informasi yang diperoleh dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Dede Chairul, adanya laporan mengenai kerusakan tersebut sudah diperbaiki dengan cara dilayer.

“Sudah dilayer ulang untuk kondisi yg mengelupas,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi Kupasmerdeka.com kemarin 24/5.

Sebelumnya, Maman selaku pengawas dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) UPTD wilayah 1, saat dihubungi KM untuk dimintai keterangan soal kondisi aspal yang sudah mengalami kerusakan tersebut, juga mengatakan “Kalau di dalam kegiatan itu ada yang terkupas aspalnya, nanti kita suruh kontraktor untuk tambahkan lagi.”

Namun, dari hasil monitoring KM ke lokasi jalan Kompas-Simpang Lima, masih terlihat kondisi aspal yang terkelupas.

Sementara, Wisnu, sebagai konsultan pengawas beberapa kali dihubungi untuk dimintai tanggapan terkait kegiatan tersebut, tidak pernah merespon.

Advertisement

Menanggapi kondisi proyek pemeliharaan jalan Kompas-Simpang Lima yang sudah mengalami kerusakan, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB), Yanto Purnomo, menduga kontraktor pelaksana tidak mampu bekerja, karena dari hasil finishingnya yang tidak maksimal.

“Anehnya lagi, seperti pernyataan Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK) sudah diperbaiki dengan cara dilayer, apakah pihaknya melakukan survei untuk mengkroscek hasil yang diperbaiki kontraktor? Sedangkan di bagian titik jalan masih terlihat ada terkupas,” kata Yanto kepada KM.

“Seharusnya PPTK turun kelapangan untuk menilai hasil pekerjaan yang diperbaiki, jangan hanya menerima laporan dari kontraktor,” lanjutnya.

“Begitu juga konsultan pengawas, mereka sudah dikontrak oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengawasi, jadi ketika ada laporan atau temuan yang disampaikan media sudah harus siap untuk menjawab, kalau ada sikap konsultan yang kurang responsif, lebih baik tidak usah dipakai lagi, hanya buang-buang anggaran saja,” tandas Yanto.

Reporter: Den

Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: