KUPAS KOLOM: Masalah Pendidikan di Papua Adalah Tugas Bersama

Oleh Yunus Gobai, anak asli suku Mee yang tinggal di pinggiran  bibir Danau Paniai.

Pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan ataupun kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang. Pendidikan adalah hak wajib setiap warga negara yaitu setiap warga negara berhak menyampaikan dan membagikan ilmunya serta memperoleh ilmu pengetahuan.

Tertera dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 Ayat 1 bahwa “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan dalam program wajib belajar 12 tahun, namun kenyataannya, kurangnya prasarana dan pendukung di bidang pendidikan membuat program pemerintah ini tidak sesuai pada masyarakat di daerah pedalaman seperti di Papua.

Tahun 2022 di momen peringatan Hari Pendidikan Nasional, dengan tema yang diberikan dari pusat adalah “Serentak, Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar”. Artinya pendidikan adalah tugas kita bersama, dan dari evaluasi selama 1 tahun ini, yakni dari 1 Mei 2021 hingga 1 Mei 2022, permasalahan pendidikan di Papua masih menjadi masalah besar dan masih menggumuli hal tersebut.

Diakui, permasalahan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, setidaknya harus ada guru, harus ada siswa, sarana prasarana harus ada, dan lingkungannya ini merupakan masalah pertama terkait pendidikan di Papua.

Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Papua yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), di mana kita punya masalah di guru, kita punya masalah putus sekolah, ada 17 persen anak putus sekolah di Papua, ada 27 persen buta huruf di Papua dan saya menyampaikan ini kepada Gubernur Papua agar dapat menjadi PR bagi kabupaten/kota yang ada di Papua.

Selain kedua masalah tersebut, lingkungan juga memiliki peran besar mempengaruhi pendidikan di Papua hari ini, di mana khusus di Papua hampir terdapat 30.000 perusahaan, tetapi hanya 14 persen yang memiliki kontribusi bagi dunia pendidikan di Papua.

Advertisement

Masih terdapat sekolah-sekolah yang berada di lingkungan perusahaan besar Papua, namun tidak mendapat perhatian khusus dari perusahaan-perusahaan tersebut. Artinya lingkungan tidak memberikan dukungan.

Diakui, banyak PR untuk pendidikan di Papua yang tengah digumuli bersama-sama, karena itu tema hari ini menyatakan bahwa siapapun dia memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun pendidikan di Papua.

Penulis memberikan penghargaan kepada  8 nominasi yaitu, pegawai berprestasi di masa covid-19, guru berprestasi di masa covid-19, guru yang gugur dalam tugas di masa covid-19, lembaga keagamaan yang memberikan kontribusi terhadap pendidikan di masa covid-19.

Pemerintah Daerah yang konsen terhadap pendidikan di masa covid-19, LSM dan instansi yang mendudukung pendidikan di masa covid-19, media cetak dan elektronik peduli pendidikan di masa covid-19, dan purna tugas ASN Dinas Pendidikan di masa covid-19.

Sangat penting memperhatikan dan meningkatkan pelayanan pendidikan dengan baik agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

Memperingati hari pendidikan nasional ditandai dengan, berbagai perubahan yang terjadi dan memberi dampak yang sangat luas dan mendalam pada seluruh dimensi kehidupan bangsa dan negara.

Masa covid-19 sangat berdampak pada proses belajar mengajar, yang semulanya dilakukan dengan tatap muka, kini harus diganti dengan non tatap muka.

Kita perlu belajar dari negara-negara maju, terutama dalam hal kemajuan pembangunan pendidikan yang mereka peroleh saat ini dikarenakan perjuangan yang panjang dan yang paling menarik dan yang menjadi fokus kita adalah menempatkan pendidikan sebagai sektor yang amat menetukan keberhasilan di masa depan.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: