Satpol PP Kota Depok Agendakan Razia Penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok Dalam Waktu Dekat

DEPOK (KM) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, N. Lienda Ratnanurdianny, menepis anggapan sebagian masyarakat yang menilai Satpol PP Kota Depok lemah dalam melakukan tindakan berupa sanksi tegas kepada pelaku pelanggar Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Hal tersebut dikatakan Lienda saat diwawancarai Kupasmerdeka.com di sela kegiatan Musrenbang Bappeda Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Selasa, 14 Maret 2022.

Lienda mengakui memang betul untuk awal tahun 2022 ini pihaknya belum melakukan razia terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR), namun dirinya memastikan bahwa penindakan dengan sangsi administratif bagi pelaku usaha dan tindak pidana ringan (Tipiring) bagi individu yang melanggar sudah sering dilakukan sejak 2020-2021.

“Dalam waktu dekat, kami akan lakukan razia lagi, dan kami juga meminta komitmen para satgas unit-unit setempat dalam menegakkan perda KTR ini, karena tidak mungkin hanya Satpol PP sendiri yang bergerak,” ujar Lienda.

Lienda juga menyatakan, khusus untuk perda KTR ini secara filosofis pengampu nya adalah dari Dinas Kesehatan, karena perda kawasan tanpa rokok hadir untuk meningkatkan derajat kesehatan warga kota Depok.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan terkait langkah-langkah untuk mengefektifkan penerapan perda KTR sekaligus memberikan efek jera kepada dunia usaha dan individu yang masih melanggar,” jelasnya.

Advertisement

Terkait masih banyaknya toko dan warung yang mendisplay produk rokok, Lienda mengakui hal tersebut meski pihaknya sudah sering melakukan penertiban.

“Untuk minimarket sudah bagus, namun memang warung-warung ini yang agak susah kita tertibkan, makanya saya juga meminta komitmen dari para satgas unit untuk melaksanakan kewenangannya,” terangnya.

Lebih lanjut Lienda mengatakan agar tempat-tempat pelayanan publik menyediakan ruang khusus bagi perokok, karena menurutnya rokok memang bukan barang haram dan pilihan merokok itu menyangkut hak asasi individu.

“Seperti di ITC itu sudah bagus, disediakan ruang khusus untuk merokok, dan bagi pengunjung yang kedapatan merokok di luar ruang itu dikenakan denda 100 ribu, bahkan sekarang yang saya dengar sudah 200 ribu denda nya,” imbuhnya.

“Saya mengimbau khususnya kepada para orang tua, ayo tingkatkan kesadaran untuk tidak merokok di kawasan tanpa rokok agar anak-anak dan perokok pasif lainnya terhindar dari bahaya asap rokok, kepada para pedagang juga tolong sembunyikan dan jauhi rokok dari jangkauan anak-anak,” pungkasnya.

Reporter : Sudrajat

Editor : HjA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: