Tanggapi Pemboikotan Musisi Wulan Lida Oleh Forum Musisi, Kabid Disporapar Kabupaten Serang Turun Tangan

Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Usaha Jasa Pariwisata Disporapar Kabupaten Serang, Eeng Kosasih (dok. KM)
Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Usaha Jasa Pariwisata Disporapar Kabupaten Serang, Eeng Kosasih (dok. KM)

SERANG (KM) – Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Usaha Jasa Pariwisata Disporapar Kabupaten Serang, Eeng Kosasih, angkat bicara terkait perseteruan Wulan Lida dengan Forum Musisi Serang Timur (FMST), Senin 21/2.

Eeng Kosasih, saat dikonfirmasi awak media di kediamannya menjelaskan bahwa dalam minggu-minggu terakhir ini sedang ramai pemberitaan terkait pemboikotan terhadap Wulan Lida, dan Eeng mengaku sudah mengundang pihak Wulan untuk mengetahui apa yang menjadi permasalahan sebenarnya.

“Menurut keterangan Wulan, kronologis kasusnya itu berawal saat mereka diundang manggung di Kabupaten Pandeglang, kemudian ada yang nyawer, karena tidak ada pembicaraan dan kesepakatan sebelumnya terkait bagi hasil dari uang saweran tersebut sehingga timbul persoalan,” terang Eeng.

“Bunga (bukan nama sebenarnya) merasa kecewa kepada Wulan, karena dianggap dari hasil saweran itu tidak dibagi secara proporsional dengan musisi dan artis lainnya,” tuturnya.

Padahal menurut keterangan Wulan, dari hasil saweran tersebut sebetulnya manajemen Wulan kemudian memberikan uang kepada musisi lain kurang lebih Rp.2.200.000. Perserlisihan mulai memanas setelah Bunga membuat status di media sosial Facebook dan mengatakan bahwa hasil saweran itu besar. Karena dianggap status di media sosial itu tidak sesuai dengan yang sebenarnya, oleh manajemen Wulan kemudian dilakukanlah berbalas pantun di media sosial, sehingga membuat situasi semakin tidak baik,” ungkapnya.

Advertisement

“Untuk itu agar permasalahan ini segera selesai, dalam waktu singkat saya coba akan lakukan mediasi kepada para pihak (Perwakian Forum Musisi Serang Timur, Bunga dan Wulan) agar perselisihan ini bisa segera diselesaikan dengan baik. Kebetulan saya juga sudah menghubungi Bunga via telpon, Insya Allah Bunga bersedia di undang ke kantor Disporapar Kabupaten Serang untuk dilakukan pertemuan,” lanjut Eeng.

Eeng Kosasih berharap, dari kejadian ini dapat diambil pelajaran dan hikmahnya oleh para pihak, agar kasus serupa dikemudian hari tidak terjadi lagi. Dirinya juga meminta agar semua pihak dapat saling menahan diri, tidak mengompori dan saling memaafkan.

“Sejatinya artis dan musisi itu harus berdampingan dan saling membesarkan. Saya pun berharap para artis dan musisi khususnya harus saling bersinergi, tidak boleh ada lagi perselisihan di kemudian hari,” pungkasnya.

Reporter: Acun’S
Editor: Sudrajat, HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: