Melestarikan Pencak Silat, Merawat Budaya Bangsa

BOGOR (KM) – Pencak silat merupakan seni bela diri asli Indonesia yang telah diakui dunia, maka dari itu olahraga pencak silat harus terus dilestarikan. Sebab, melestarikan pencak silat sama dengan merawat budaya bangsa.

“Ketika kita merawat, menjaga, dan melestarikan serta memajukan pencak silat, itu sama dengan kita merawat budaya bangsa kita sendiri,” demikian dikatakan Wirabrata Arifin, pimpinan Yayasan Palataran Pakujajar Sipatahunan (PPS) saat ditemui di kediamannya, Jalan Loader No. 2 Kompleks Bina Marga Kota Bogor, Jawa Barat Indonesia, Kamis (17/2).

“Pencak silat, sebagai salah satu seni bela diri, merupakan tradisi khas Indonesia yang telah ada dari generasi ke generasi,” kata Wirabrata Arifin atau yang akrab disapa Abob.

Di Palataran Pakujajar Sipatahunan, terdapat beberapa kegiatan khususnya dalam melestarikan seni budaya. Pencak silat berada di bawah asuhan Agung Nurrohmat dari Paguron Sabda Sunda. Selain itu juga ada tarian tradisional jaipong, asuhan Andang R. dari Sanggar Dahayu Astramaya.

Advertisement

“Alhamdulillah untuk yang rutin latihan di Palataran, ada puluhan anak dari berbagai usia. Kalau semuanya sih ratusan, karena ada yang di pusat juga Sabda Sunda yang di Sukabumi,” ujar Abob.

Tradisi pencak silat ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada Sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019. Pada sidang tersebut, terdapat 42 nominasi untuk diinskripsi sebagai Warisan Budaya Tak Benda termasuk tradisi pencak silat dari Indonesia.

“Pencak silat telah menjadi identitas dan pemersatu bangsa Indonesia. Tradisi pencak silat mengandung nilai-nilai persahabatan dan sikap saling menghormati,” tutup Abob.

Reporter: Ki Medi

Edito: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: