Terkait Proyek Berseka di Wilayah Wanasari, Aktivis Duga Kontraktor Tidak Paham Teknis

BEKASI (KM) – Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun 2021 masih menjalankan program Berseka (Bekasi Bersih Sehat Berkah) melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan (DPRKPP) Bidang Permukiman, Kabupaten Bekasi.

Tujuan program Berseka adalah sebagai upaya mengentaskan kawasan kumuh dan merupakan prioritas yang harus diwujudkan sesuai dengan amanat UUD Tahun 1945 pasal 28 ayat 1, RPJM Nasional 2015-2019 dan PERMEN PUPR No. 2 Tahun 2016 tentang Peningkatan Kualitas dan Permukiman Kumuh.

Sayangnya, pelaksanaan dalam Program Berseka tersebut belum sinkron dengan kondisi pengerjaan proyek proyek di lapangan.

Seperti dalam pembangunan saluran air yang menggunakan U-Ditch dan perbaikan jalan dengan memakai aspal (Hotmix) di beberapa titik yang berlokasi di jalan Kampung Selang Nangka, RT 001, 002, 003, RW 030, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, yang justru mendapat sorotan kurang baik dari kalangan pemerhati pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi.

Menurut Ketua Komunitas Peduli Bekasi, Yanto Purnomo, pada pembangunan drainase dengan menggunakan item U-Ditch, seharusnya pihak kontraktor terlebih dahulu melakukan pemasangan lantai kerja sebelum penurunan U-Ditch, apalagi untuk biaya anggaran lantai kerja sudah tercantum di Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Karena fungsi untuk permulaan lantai kerja, adalah untuk bisa mengontrol elevasi dengan permukaan saluran drainase yang bisa Anda pasangkan. Sehingga saat u-ditch precast yang sudah diturunkan bagian elevasinya bisa Anda aplikasikan dengan cukup baik,” jelas Yanto kepada kupasmerdeka.com, Selasa 16/11.

Advertisement

“Kalau cara sistem kerjanya tidak memperhatikan elevasi sehingga aliran air tidak mengalir dari hulu ke hilir dan aliran air tidak menyambung, dirinya menduga kontraktor tidak paham teknis,” cetusnya.

Yanto menegaskan, tidak hanya persoalan saluran saja yang bermasalah, dari segi pekerjaan jalan yang menggunakan aspal di beberapa titik lokasi jalan selang nangka, terlihat untuk volume ketebalanya rata-rata di bawah 2 cm.

Sebelumnya, Beben selaku pengawas di kegiatan Berseka, waktu di konfirmasi media perihal kegiatan tersebut tidak memberikan jawaban.

Sementara itu, Agung sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) seluruh kegiatan Program Berseka di Kabupaten Bekasi, saat dimintai tanggapan melalui pesan What’sApp tentang persoalan kegiatan saluran air dan perbaikan jalan yang menggunakan aspal, dirinya hanya menjawab singkat dan mengaku akan mendiskusikannya terlebih dahulu.

“Akan saya diskusikan permasalahsn tersebut bersama pengawas dan kontraktor terlebih dahulu, untuk informasinya terimakasih,” tutupnya.

Reporter : Den

Editor : Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: