Mentan Sebut Ketahanan Pangan di Indonesia Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis Siang (07/10/2021) (Dok : Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

JAKARTA (KM) – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ketahanan pangan di Indonesia meningkat selama pandemi covid-19. Tren kenaikan itu tidak pernah turun meski pandemi covid-19 sempat beberapa kali mengamuk di Tanah Air.

“Ekspor kita meningkat 15,4 persen di 2020, dan 2021 ini sudah sampai triwulan ke satu saja naik lebih dari 40 persen,” kata Syahrul di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 7/10.

Syahrul memastikan ketahanan pangan cukup untuk dinikmati seluruh warga Indonesia. Masyarakat diminta tidak panik. “Bahkan, dua tahun kita tidak impor beras lagi, dan semua data kita menunjukkan cukup solid,” ujar Syahrul.

Syahrul juga mengeklaim ketahanan pangan Indonesia sudah diakui dunia. Presiden Joko Widodo sudah memberikan atensi khusus ke Syahrul agar masalah pangan tidak merosot saat pandemi covid-19.

“Inovation leader of agriculture dan food security bahkan kita dapat pengakuan dari FAO katakanlah seperti itu secara internasional,” kata Syahrul.

Syahrul tidak mau ketahanan pangan di Indonesia menurun. Sebab, persoalan pangan sangat fatal.

“Jadi pertanian itu bukan cuma makanan, pertanian itu lapangan kerja, pertanian adalah ekonomi dasar, pertanian adalah nutrisi yang berkait dengan katakanlah kesehatan, stunting, dan lain-lain,” ucap Syahrul.

Dia yakin ketahanan pangan bakal terus menguat dan membaik. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam.

“Saya kira ini menjadi kekuatan kita dan saya kira dengan negara tropis yang kita miliki, matahari yang terus bersinar, air, ini kebersamaan harus terus dilakukan karena ekosistem pertanian itu rentangnya sangat luas,” tegasnya.

Reporter : HSMY

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*