Diduga Ada Penggelapan Oleh Ketua Organda Kota Bekasi, Penarikan Iuran Anggota Dihentikan Sementara

Logo Organda

BEKASI (KM) – Penghentian sementara penarikan iuran anggota di KIR Bulak Kapal dan KIR Keliling, serta penarikan uang dari angkutan barang di jalan raya diputuskan oleh pengurus dan anggota Organda (KKU) Kota Bekasi. Hal tersebut merujuk pada Surat Keputusan Pengurus dan Anggota Organda (KKU) tertanggal 2 September 2021.

Langkah ini diambil Organda Kota Bekasi lantaran adanya dugaan penggelapan uang oleh Ketua DPC Organda Kota Bekasi atas seluruh dana penarikan iuran.

Hal itu diungkapkan Arista Tarigan selaku Sekretaris DPC Organda Kota Bekasi. Dirinya menyebutkan bahwa, hasil kutipan tersebut tidak pernah disetorkan ke DPC Organda cq Bendahara dan semua diambil serta dikelola sendiri untuk kepentingannya.

“Khusus untuk KIR ditemukan bahwa kartu anggota yang digunakan adalah ilegal, karena saya (sekretaris) tidak pernah tanda tangani kartu tersebut dan keberatan bila tandatangan saya dipalsukan atau discan tanpa persetujuan tertulis dari saya,” ungkap Ari, Kamis 9/9.

Lebih lanjut dirinya menyatakan, untuk sementara sampai menunggu kesepakatan dan keputusan bersama seluruh pengurus dan anggota organda yang diwakili oleh KKU anggota organda tentang Pengelolaan Administrasi dan Keuangan hasil dari iuran anggota organda serta penarikan iuran dari angkutan barang di jalan raya, maka kegiatan tersebut dihentikan.

Advertisement

Pihaknya pun meminta, setelah kegiatan dihentikan, agar ketua Organda mengadakan rapat kerja dengan mengundang semua pengurus dan anggota organda (KKU) yang memiliki Surat Keputusan Kepengurusan yang sah.

“Kita minta untuk melakukan evaluasi dan menetapkan program kerja ke depan, agar ke depan lebih baik,” ujarnya.

Namun, pria yang akrab disapa Ari Castro itu menambahkan, apabila ketua Organda tidak mengindahkan penutupan sementara ini dan masih melakukan kegiatan di KIR Bulak Kapal, KIR Keliling dan Pungutan dari Angkutan Barang, maka pengurus dan anggota organda (KKU) sepakat akan melaporkannya ke Kepolisian.

“Hal ini untuk mendapat penindakan sesuai hukum yang berlaku diantaranya, pemalsuan tanda tangan Sekretaris organda di buku anggota saat KIR dan penarikan uang secara ilegal dari anggota organda (Angkutan Barang),” tegasnya.

Reporter: Mon
Editor: Sudrajat

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: