BSN Gelar Pelatihan Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Lingkungan Pemkot Bogor

Pelatihan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan Bidang Pengawasan, Senin 22/03/2021(dok. KM)
Wali Kota bogor Bima Arya memberi sambutan pada acara pelatihan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan Bidang Pengawasan, Senin 22/03/2021 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Wali Kota Bogor Bima Arya membuka Pelatihan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan Bidang Pengawasan di Sahira Hotel, Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Senin 22/3.

Dalam pelatihan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Sinergitas Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian di Lingkungan Pemkot Bogor.

Dalam sambutannya, Bima Arya menekankan dua hal, yakni sistem dan kebiasaan. Pemkot Bogor
saat ini terus berikhtiar membangun sistem dan membangun kebiasaan.

“Lakukan semua sesuai aturan dan prosedur, komitmen dari pimpinan menjadi awal yang utama dan penting. Pimpinan harus memberikan keteladanan,” ungkap Bima Arya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah dan sejumlah kepala perangkat daerah.

Menurut Bima, ketika sistem sudah dibangun dan kebiasaan sudah sangat kuat, semuanya bersih dan melayani, sehingga semua akan melihat Kota Bogor dengan fasilitas publiknya berkualitas, karena anggaran dari APBD cukup dan vendornya berkualitas.

“Sehingga akan terlihat kota dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang pesat serta signifikan, karena adanya kepastian ekonomi dan prosedur tetapnya jelas,” ujar Bima.

Selain itu, menurutnya, para ASN akan dihormati, disegani dan dicintai, bukan ditakuti, karena lurus, memiliki integritas dan kerja keras serta sejahtera.

Advertisement

“Ya ini untuk tetap berikhtiar maksimal secara benar dan sesuai aturan,” tegas Bima.

Sebelumnya, Kepala BSN Kukuh S. Achmad menyebutkan, dengan menerapkan ISO 37001:2016 bukan menjadi jaminan bahwa penyuapan tidak akan terjadi. Sebab, hal tersebut bergantung pada efektivitas penerapannya dan komitmen dari pimpinan tertinggi dari satu organisasi yang menerapkannya.

“Dari awal harus menjadi komitmen bersama, bahwa ketika kita menerapkan SNI ISO 37001, maka kita komitmen untuk tidak menerima suap dan lain-lain sesuai peraturan dan perundang-undangan,” tegasnya.

Kepada Pemkot Bogor, BSN, sambung Kukuh, merekomendasikan tidak hanya SNI ISO 37001, tetapi juga berkomitmen membantu pendampingan UKM dan usaha pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi.

“BSN selalu siap memfasilitasi kebutuhan tersebut,” kata Kukuh.

Inspektur Kota Bogor Pupung W. Purnama menuturkan, pelatihan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan Bidang Pengawasan diikuti seluruh auditor dan P2UPD di lingkungan Inspektorat Daerah Kota Bogor.

Turut hadir mendampingi Kepala BSN, Plt. Sekretaris Utama BSN Nasrudin Irawan, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Heru Suseno, Koordinator Kelompok Substansi Kerja Sama Suhaimi A. Kasman yang mewakili Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama dan Layanan Informasi.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: