Peringati Hari Pahlawan, Dinas Perpustakaan Jatim Kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Surabaya Gelar Virtual Mendongeng

SURABAYA (KM) – Momen peringatan Hari Pahlawan turut diperingati oleh Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Timur dalam nuansa yang berbeda dari peringatan-peringatan sebelumnya, yakni dilakukan dalam bentuk virtual, mengingat negeri ini masih dalam situasi pandemi covid-19.

Peringatan yang digelar secara virtual melalui siaran live Instagram tersebut bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Kota Surabaya, Selasa 10/11.

“Kegiatan kerjasama ini bukan kali pertama diadakan karena di momen-momen sebelumnya Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Timur dengan Dinas Perpustakaan Kota Surabaya sering mengadakan event secara bersama berkenaan dengan literasi,” jelas Supratomo, Kepala Dinas Perpustakaan Propinsi Jawa Timur.

“Di Hari Pahlawan ini Dinas Perpustakaan Propinsi Jawa Timur sedang mengadakan dongeng dengan bekerjasama Dinas Perpustakaan Kota Surabaya dan pendongeng nasional Kak Harris dan Ayis,” lanjutnya.

Dinas Perpustakaan Kota Surabaya mengadakan siaran Instagram itu di kantor Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Timur dengan menampilkan bibit pendongeng binaan dari Dinas Perpustakaan Kota Surabaya untuk menciptakan bibit-bibit yang ada di masyarakat untuk kelas mendongeng, menulis, prakarya, multimedia, numerasi hingga kelas pertanian.

Seperti halnya Islama Daniya, bibit pendongeng hasil seleksi Dinas Perpustakaan Kota Surabaya yang merupakan binaan dari Taman Bacaan Masyarakat RW 4 Banyu Urip Surabaya.

Daniya, sapaan akrab Islama Daniya, yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 5 sekolah dasar negeri yang ada di wilayah Banyu Urip Surabaya menekuni dongeng sejak duduk di bangku kelas 4 SD.

Advertisement

“Dalam mendongeng yang paling sulit adalah perpindahan suara dan harus belajar banyak suara dalam bercerita,” jelas Daniya saat diwawancarai KM.

“Penampilan Daniya dalam pembawaan cerita sangat luar biasa karena bisa bermain peran tokoh yang dibawakan dengan menghayatinya,” jelas Kak Harris.

“Saya sangat terharu karya cerita yang saya buat bisa dibawakan oleh adik Daniyah di hari Pahlawan. Karya cerita yang berjudul Pahlawan Zadir sengaja dibuat untuk mengingatkan generasi penerus harus bisa menghargai jasa para pahlawan dengan belajar yang rajin, patuhi aturan dari kedua orang tua,” lanjutnya.

Dalam acara tersebut, tidak hanya Daniyah yang bercerita, pendongeng anak nasional Kak Harris dan Ayis juga bercerita tentang “Pahlawan Kesehatan” karena di saat sekarang ini pandemi di Indonesia masih belum berakhir sehingga dokter adalah salah satu garda terdepan dalam menangani kasus pandemi ini karena mereka mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk keselamatan masyarakan sampai nyawa menjadi taruhannya.

Reporter: Dudin dkk

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*