Eks Bendahara Partai Golkar Kota Bogor Mengaku “Dizalimi” Pengurus DPD

Kantor DPD Partai Golkar Kota Bogor (dok. KM)
Kantor DPD Partai Golkar Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Merespon desakan para kader untuk transparansi keuangan Partai, Bendahara DPD Partai Golkar Kota Bogor periode 2016-2020 Reflianosa angkat bicara.

“Hal pertama saya sampaikan sebagai Bendahara Partai Golkar Kota Bogor, sebelum saya diganti dan di-PLT sekitar tahun 2018, saya sudah pernah menyampaikan laporan keuangan ketika itu di DPD Jawa Barat dan di DPP, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali dari para pengurus Partai,” ungkap Reflianosa kepada awak media, Senin 16/11.

“Bilamana teman-teman pengurus dan para kader mempertanyakan pertanggungjawaban, saya hanya dapat menyampaikan ketika saya masih aktif menjabat, namun faktanya saya sudah diganti dengan di-PLT-kan,” jelas pria yang akrab disapa Refli tersebut.

Refli juga mengatakan, perihal dirinya di-PLT-kan “sangat tidak normal dan lucu.”

“Dalam organisasi sekaliber Partai Golkar, harusnya sudah sangat matang para pengurusnya, artinya jika bendahara dianggap tidak mampu bekerja atau ada oknum dengan sengaja membuat seorang bendahara tidak mampu bekerja, jelas ada wakil bendahara yang bisa ambil peran,” katanya.

“Ya ini yang lucu, jika seorang Bendahara di-PLT-kan, sementara ada wakil Bendahara dalam Partai Golkar Kota Bogor,” tutur Refli.

Advertisement

Menurut Refli, di periode sebelumnya (2016-2020), dirinya selaku Bendahara yang menanggung beban dan menjadi kambing hitam atas masalah keuangan Partai.

“Ya saat itu semua pemberitaan secara lantang menyalahkan saya, tanpa melakukan konfirmasi langsung kepada saya, tanpa mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” katanya.

“Biar waktu yang menjawab segala fitnah dan pembunuhan karakter yang dilakukan kepada saya, sampai saat ini saya percaya akan adanya keadilan yang hakiki dan Allah tidak akan pernah diam bilamana umatnya dizalimi, yang penting kita istiqomah saja,” tutur Refli.

Lebih lanjut Refli mengatakan, sekarang setelah kepengurusan sebelumnya demisioner, dan kepengurusan baru belum mendapat pengesahan, karena masih dalam sengketa Mahkamah Partai, siapa lagi yang mau dipersalahkan dan dijadikan kambing hitam?

Ia pun mengaku akan menjawab desakan transparansi keuangan Partai Golkar Kota Bogor dengan membuka laporannya.

“Ya nanti saya berikan laporannya, saya cari dulu, sekalian cari tanda terima DPD Jabar dan DPP sewaktu itu,” pungkas Refli.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*