Banprov Jawa Barat Tahap III Tersendat, Aktivis Tuding PT. Agro Jabar tidak Profesional

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Ketidakprofesionalan PT. Agro Jabar dalam melaksanakan pengadaan Bantuan Provinsi (Banprov) tahap III, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor, menjadi sorotan dan pertanyaan dari berbagai pihak.

Salah satunya dari aktivis Bogor Ali Taufan Vinaya, yang mengatakan bahwa proses pendistribusian Banprov tahap III tersendat, karena ketidaksiapan PT. Agro Jabar sebagai penyedia barang.

“Ya ini tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Sekda Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja, pada saat melakukan kick off pendistribusian Banprov tahap III di Gudang Panasia Bandung 7 Oktober 2020 lalu,” ungkap Ali kepada awak media, Rabu 4/11.

“Untuk itu kita meminta PT. Agro Jabar sebagai BUMD Provinsi Jabar, untuk secepatnya menyalurkan dan mendistribusikan Banprov di tahap III ini,” tambah Ali.

Selain Itu, lanjut Ali, pihaknya juga meminta kepada Gubernur Jabar untuk segera mengevaluasi kegiatan Banprov di tahap III ini.

Aktivis yang biasa dipanggil ATV tersebut juga menegaskan, ketidaksiapan Pemprov Jabar dalam program Banprov di masa pandemi ini terlihat dari berubahnya nilai bantuan yang diterima oleh masyarakat.

“Di mana Banprov tahap I dan tahap II itu nilainya sebesar Rp500 ribu, dengan acuan bantuan sembako senilai Rp250 ribu dan bantuan tunai sebesar Rp250 ribu, sedangkan di tahap III, bantuan berubah menjadi Rp350 ribu dengan acuan bantuan yang berbentuk sembako Rp250 ribu, dan bantuan tunai berupa uang sebesar Rp100 ribu,” jelas ATV.

Hal senada juga disampaikan oleh aktivis Sabri M Ibrahim, yang bahwa mengatakan proses Banprov di tahap III ini terkendala karena pasokan dari PT. Agro Jabar tersendat, yang artinya ketidaksiapan dalam memenuhi komoditi bantuan yang sudah ditetapkan.

“Sementara itu di lapangan masyarakat banyak yang menanyakan kapan Banprov tahap III ini akan didistribusikan,” pungkas Sabri.

Reporter: Awal
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*