Relawan Muhammadiyah Terjun Langsung Bantu Korban Banjir dan Longsor di Garut

BOGOR (KM) – Intensitas curah hujan yang tinggi saat ini mengakibatkan bencana alam banjir dan longsor secara berturut-turut melanda beberapa wilayah di Indonesia. Tepat pada Senin 12/10 lalu, pukul 04.30 waktu setempat, musibah banjir pun melanda Kabupaten Garut. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar 20 desa di 3 kecamatan terdampak akibat bencana tersebut.

Di hari yang sama, bencana banjir dan longsor terjadi di Tasikmalaya yang menimbulkan 1 korban jiwa dan 2 luka-luka, kemudian sebanyak 11 kecamatan terdampak akibat bencana banjir dan longsor.

Berangkat dari peristiwa tersebut, LazisMu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sepakat melaksanakan rapat koordinasi bersama organisasi otonom Kabupaten Bogor dan relawan yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Bogor untuk turun menolong korban bencana tersebut.

Ketua MDMC Nana Mulyana mengatakan, upaya ini adalah “bentuk kepedulian AMM Kabupaten Bogor, terhadap penderitaan saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir dan longsor,” ungkap Nana kepada awak media, Rabu 21/10.

“Tepatnya kepedulian untuk beberapa daerah yang saat ini banyak terjadi bencana, yang salah satunya karena intensitas hujan cukup tinggi, seperti daerah Bogor, Sukabumi, Garut, dan Tasikmalaya,” tambah Nana.

Nana menuturkan, AMM Kabupaten Bogor berjibaku sebagai bentuk kepedulian dengan saudara-saudara di beberapa wilayah, dan “menjalankan apa yang sudah digariskan oleh Persyarikatan yaitu One Muhammadiyah One Response (OMOR).”

“Ya MDMC Kabupaten Bogor sebagai leading sector terhadap kebencanaan, alhamdulillah sudah merespon baik bersama LazisMu dan Ortom dengan cara pengumpulan dan memberikan donasi serta membantu secara langsung di lokasi,” tutur Nana.

Sementara Ketua LazisMU, Muhdam menyampaikan, Muhammadiyah sebagai lembaga sosial keagamaan, maka sudah sewajarnya kalau tampil di depan dalam memberikan respon atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

“Khususnya terkait pandemi covid-19 dan bencana alam, sebagai sebuah keseriusan dari persyarikatan dalam menghadapi masalah sosial. Maka dari situlah dibentuk lembaga MDMC, untuk tugas lapangan dan LazisMu yang bertugas menghimpun pendanaannya, serta membentuk satuan tugas penanganan,” pungkas Mahdam.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*