Inilah Profil Rohidin Mersyah, Kader Muhammadiyah yang Menjalin Hubungan Erat dengan Nahdliyin

Rohidin Mersyah bersama Kiay NU di Provinsi Bengkulu
Rohidin Mersyah bersama Kiai NU di Provinsi Bengkulu (dok. KM)

BENGKULU (KM) – Sikap santun dan bersahaja serta menghormati orang tua dan menghargai yang muda menjadi komitmen hidup Rohidin Mersyah sejak menapakkan kaki di tanah Jawi, tepatnya bumi Yogyakarta, kota pelajar dengan tradisi budaya yang religius.

Di sana, Rohidin muda selain menekuni studi di perguruan ternama Universitas Gadjah Mada, ia juga aktif dalam pergerakan kemahasiswaan dan mempelajari kultur agama sebagai kader Muhammadiyah.

Seiring waktu, Rohidin juga menjalin hubungan dekat dengan senior-senior di NU, maka ketika pulang ke Bengkulu walaupun menjadi pengurus di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bengkulu Selatan, kultur silaturahmi dengan kiai NU tidak ditinggalnya. Rohidin Mersyah nyatanya menjalin hubungan yang sangat dekat dengan KH. Munir, mantan Ketua PWNU Bengkulu.

Ketika menjadi Wagub dan Gubernur Bengkulu, tradisi silaturahmi dengan pengurus PWNU dan kiai-kiai NU lainnya tetap ia jalin hingga ke tingkat “kiai kampung”.

Saat ini, calon Wakil Gubernur yang mendampinginya di Pilkada mendatang, Rosjonsyah, adalah seorang Nahdliyin, begitu pula Ketua Tim Pemenangan Mohammad Saleh, Anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar adalah mustasyar PWNU Provinsi Bengkulu.

Advertisement

Juru bicara paslon Rohidin Mersyah-Rosjonsyah, Zulkarnain Kaka Jodho juga Wakil Ketua PWNU Bengkulu, sedangkan Kepala Sekretariat Pemenangan adalah Riswanda Mahali, pengurus PW GP Ansor Bengkulu. Ini membuktikan bahwa pemahaman Islam Rahmatan lil Alamin diakselerasikan betul sebagaimana penempatan eselon II di Provinsi Bengkulu sangat jelas pemerataannya dengan tidak di dominasi satu suku atau kelompok saja.

Terbukti ketika melakukan kunjungan ke kantong kantong NU, Rohidin Mersyah disambut dengan luar biasa terutama oleh komunitas Jawa. Ternyata Rohidin pandai berkomunikasi dengan bahasa Jawa yang paling halus, maka ketika muncul berita tentang Dana Hibah, kalangan NU tidak mempersoalkan.

Dengan itu, Rohidin pun merasa yakin akan mengantongi dukungan kalangan NU maupun Muhammadiyah dalam Pilkada pada Desember mendatang, dimana dirinya bersama Rosjonsyah akan ikut serta memperebutkan dan mempertahankan kursi Gubernur dalam pesta demokrasi itu.

(Tim KM/ADV)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*