GERPAMMA Desak Kejari Kota Bogor Transparan Soal Kasus Dana BOS

Ilustrasi dana bos
Ilustrasi

BOGOR (KM) – Aktivis yang tergabung dalam “Gerakan Perjuangan Masyarakat dan Mahasiswa” (GERPAMMA) mengaku siap berargumentasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor dalam kasus dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kini sudah menjerat 7 tersangka.

Ketua GERPAMMA Fatarizky mengatakan, menurut kajian pihaknya, banyak hal yang janggal dalam kasus dana BOS Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-Kota Bogor yang sedang digarap Kejari saat ini.

“Pertama, dimana ada MOU Jaksa Sahabat Guru, yang seharusnya Jaksa memberikan pembinaan dan arahan kepada sekolah-sekolah, salah satunya dalam penggunaan uang negara [dana BOS], namun pada kenyataan di lapangan berdasarkan temuan data dari kami, jaksa tidak ada tindakan lebih melainkan hanya sebatas sosialisasi, dan kini malah menjebloskan para kepala sekolah ke dalam penjara. Kami mempertanyakan Juknis penggunaan dana BOS dan isi MOU yang mana ada peran pemangku kebijakan di dalam perencanaan dana BOS,” ungkap Fatarizky kepada awak media, Selasa 15/9.

Advertisement

Lalu, lanjut Fatarizky, “penyimpangan yang diduga merugikan negara senilai Rp17,2 M bagaimana transparansi hitungannya, karena ada nilai yang berbeda dari kajian dan observasi kami di lapangan?” tambah Fatarizky.

“Penyimpangan yang merugikan negara tersebut apakah sudah ada hasil kajian dari lembaga pengawas, ini masih tanda tanya besar, jangan sampai para pahlawan tanpa tanda jasa ini menjadi korban dari para pemangku kebijakan saja,” katanya.

Lebih lanjut, Fatarizky mengatakan, pihaknya meminta Kejari Kota Bogor untuk menjelaskan secara transparansi dan akuntabel kepada publik terkait kasus dana BOS ini.

“Kami layangkan surat audensi hari ini, untuk meminta Kajari Kota Bogor menjelaskan perihal kasus dana BOS ini” tutup Fatarizky.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*