Gara-gara Terlilit Utang dan Diselingkuhi Istrinya, Pemuda Parungpanjang Ini Gantung Diri

Ilustrasi bunuh diri
Ilustrasi bunuh diri

BOGOR (KM) – Warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tergantung dari lehernya di bawah pohon pada Jumat siang 3/7 kemarin.

Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk.

Sosok mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Maemin (56) saat hendak mengambil rumput tidak jauh dari kediamannya. Saat melewati sebuah kebun, sang nenek itu mencium bau busuk.

Ia sempat mengira bau itu berasal dari bangkai hewan. Namun ia terperanjat ketika dihampiri ternyata sesosok pria tergantung dalam kondisi membusuk di sebuah pohon.

“Saya mau ambil rumput buat makan kambing. Pas cium bau bangkai, ternyata dilihat ada itu (mayat) menggantung di pohon, emak kaget,” katanya kepada KM siang ini.

Menemukan mayat, nenek Maemin langsung melaporkannya ke RT setempat. “Saya bilang ada mayat menggantung enggak tahu siapa itu, tahu-tahu ternyata Yoga (pemuda yang hilang dicari keluarga) anaknya tetangga Pak Sahim,” ungkapnya.

Maemin langsung melaporkan temuannya itu kepada warga dan Polsek Parungpanjang untuk dilakukan evakuasi.

Sementara itu, setelah RT setempat menyambangi rumah pemuda hilang tersebut, keluarga langsung histeris.

“Iya benar itu kakak saya, Suprayoga,” kata Wisnu Saputra (15) adik korban.

Orang tua korban masih shock mendengar kabar kematian anaknya. Menurut Wisnu, kakaknya sudah menghilang sejak beberapa hari belakangan. Sebelum pergi dari rumah, kakaknya itu memiliki masalah dengan keluarga.

Advertisement

“Karena bapak (orang tua Prayoga) tidak restuin pacaran sama pacarnya sekarang. Enggak suka sama sikapnya,” katanya.

Yoga sendiri sudah pernah menikah namun dikatakan bahwa istrinya itu “selingkuh dengan tetangganya”, hingga akhirnya berujung perceraian. Dari pernikahan itu Yoga tidak dikaruniai anak.

“Istrinya selingkuh sama tetangga dekat itu. Dan pacar kakak saya yang sekarang tidak direstui sama orang tua,” ucap Wisnu.

Selain Asmara, kata Wisnu, kakaknya juga terlilit biaya kredit motor yang sudah menunggak empat bulan. Sebelum bunuh diri, Yoga sempat meminta uang ke ibunya untuk modal mencari kerja. Terakhir, korban sendiri pernah bekerja di proyek bangunan.

“Ibu enggak punya duit, terus sama bapak saya dimarahin. Dia pendiam, frustrasi,” katanya.

Mayat langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kini peristiwa itu ditangani Polsek Parungpanjang, Resor Bogor. Kanit Reskrim Parung Panjang Ipda Hermawan menuturkan, penemuan mayat tanpa identitas berada di kampung Pasir Tonjong RT 04/05 Desa Jagabaya yang berada di kebun belakang pom bensin.

“Untuk sementara kita masih dalam penyidikan soalnya mayat tersebut tidak ada identitasnya dan mayat dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk diotopsi terlebih dahulu,” katanya.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*