Mengejutkan, Pelaku Akui Cabuli 2 Muridnya Sejak Tahun 2018, Terkadang Secara Bersamaan

Tersangka pelaku pencabulan terhadap anak, BDR, ketika press release di Polres Lebong pada Jumat 5/6/2020 (dok. KM)
Tersangka pelaku pencabulan terhadap anak, BDR, ketika press release di Polres Lebong pada Jumat 5/6/2020 (dok. KM)

BENGKULU (KM) – Kasus pencabulan terhadap dua orang bocah laki-laki yang berusia 12 tahun, yang dilakukan oleh oknum guru honorer di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Topos menggemparkan warga Kabupaten Lebong.

Bagaimana tidak, tersangka yang saat ini sudah ditahan oleh Sat Reskrim Polres Lebong berinisial BDR (26), warga Desa Ajai Siang, Kecamatan Topos tersebut mencabuli 2 orang bocah laki-laki yang masih duduk di bangku SD hingga delapan kali, sejak tahun 2018.

Terakhir, tersangka (BDR) mengaku mencabuli korban berinisial AA (12) pada April 2020 yang lalu di kediamannya di Desa Ajai Siang Kecamatan Topos. Sedangkan satu orang korban lagi yakni berinisial MH (12).

Polres Lebong menggelar press release yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur didampingi Kabag Ops AKP Rafenil Yaumil Rahman dan Kasat Reskrim Iptu Andi Ahmad Bustanil pada Jumat 5/6.

Mengejutkan, di saat awak media KM bersama awak media lokal lainnya mewawancarai tersangka BDR yang merupakan warga pendatang asal  Kabupaten Bengkulu Utara ini, ia mengakui bahwa salah satu motifnya melakukan perbuatan asusila tersebut yakni bahwa dirinya pernah menjadi korban pencabulan serupa pada saat masih duduk di bangku SD kelas 3.

“Saya juga pernah menjadi korban pencabulan saat masih duduk bangku kelas 3 SD,dan saya tidak ingat lagi siapa pelakunya pak,” aku BDR kepada wartawan.

Ditanya apakah ada korban lain, tersangka mengaku tidak ada. Kemudian, tersangka juga membenarkan bahwa dirinya sudah mencabuli 2 orang korban sebanyak 8 kali.

“Saya minta maaf atas kejadian ini. Setelah saya menjalani hukuman saya nanti, saya tidak akan lagi tinggal di Topos,” ujar tersangka.

Sementara itu, Kasat Reskrim Iptu Andi Ahmad Bustanil menyebutkan dari total 8 kali perbuatan cabul yang dilakukan oleh tersangka, ada 4 kali tersangka melakukannya dengan dua orang korban tersebut secara bersamaan. Selain itu, dari 8 kali pencabulan tersebut, 7 kali dilakukan di kediaman tersangka di Desa Ajai Siang, dan 1 kali di lingkungan sekolah.

“Kejadian ini sudah berlangsung sejak 2018. Jadi, kurang lebih 2 tahun. Di mana tersangka telah mencabuli 2 orang korban ini sebanyak 8 kali. Korban pertama di tahun 2018 itu adalah AA. Dan berlanjut, secara kontinyu delapan kali sampai terakhir di pertengahan April 2020 dengan korban yakni berinisial AA dan MH,” ujar Kasat.

Diceritakan kronologinya oleh Kasat bahwa kejadian terakhir pada pertengahan April 2020 dilakukan tersangka kepada korban berinisial AA sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban AA sedang duduk di depan rumahnya.Tiba-tiba tersangka melintas. Melihat korban, tersangka berhenti. Lalu mengajak korban bermain Play Station dan mengiming-imingi akan membayar sewa Play Station. Setelah bermain Play Station, tersangka mengajak ke rumahnya.

Sesampainya di kediamannya, tersangka meminta korban memegang alat kelamin tersangka. Lalu, tersangka meminta korban melakukan oral seks. Selain itu, di kejadian lain, tersangka juga pernah menggesekkan kemaluannya di sekitar dubur korban.

“Untuk kemungkinan masih ada korban lain. Itu masih kita dalami. Sementara barang bukti yang sudah kita amankan yakni dua stel baju seragam SD,” pungkasnya.

Reporter: TAJAR
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*