Jenazah Pasiennya Ditolak Warga Setempat, Yayasan Bani Syifa Masih Tunggu Perhatian Dinsos Banten untuk Pengadaan Lahan Khusus

Panti Rehabilitasi ODGJ Bani Syifa di Bendung Baru, Pamarayan, Kecamatan Cikeusal (dok. KM)
Panti Rehabilitasi ODGJ Bani Syifa di Bendung Baru, Pamarayan, Kecamatan Cikeusal (dok. KM)

SERANG (KM) – Warga RT 13/3 Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, menolak penguburan jenazah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dari panti rehabilitasi kejiwaan milik Yayasan Bani Syifa Bendung Baru Pamarayan di tanah pemakaman khusus warga setempat.

Saat ditemui Kupas Merdeka, warga dan tokoh masyarakat RT 13/03 menyatakan menolak keras langkah tersebut dan mengancam akan melakukan unjuk rasa apabila pihak Bani Syifa tetap menguburkan jenazah ODGJ di tanah pemakaman warga.

“Apabila masih dikuburkan di tempat warga, kami akan menggelar aksi demo,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Advertisement

Sementara itu, Toni dari Yayasan Bani Syifa mengatakan bahwa pihaknya butuh perhatian dari Pemerintah Provinsi Banten dalam hal penyediaan lahan khusus untuk pemakaman para pasiennya yang meninggal dunia. “Kami butuh untuk beli tanah pemakaman khusus,” kata Toni.

Toni juga mengungkap bahwa kapasitas pembinaan ODGJ dan pecandu narkoba di tempatnya sebanyak 250 orang, dan yang ada sekarang sebanyak 150 orang.

“Kami udah mengajukan proposal ke Dinsos Provinsi Banten, sampai sekarang belum ada tanggapan, udah satu tahun, belum menerima anggaran,” pungkas Toni.

Reporter: Pardi, wahid
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*