Bantah Isu yang Beredar, Presiden Tegaskan Napi Koruptor tidak akan Dibebaskan

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas melalui videoconferencing di Istana Bogor, Senin 30/3/2020 (dok. KM)
Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas melalui videoconferencing di Istana Bogor, Senin 30/3/2020 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Pembebasan bersyarat yang direncanakan oleh pemerintah untuk membantu memutus mata rantai penyebaran penyakit covid-19 hanya ditujukan bagi narapidana tindak pidana umum. Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki wacana untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 mengenai Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, utamanya yang mengatur soal pembebasan narapidana tindak pidana korupsi.

Hal itu dengan tegas ia sampaikan saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin 6/4.

“Saya ingin menyampaikan bahwa mengenai napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat-rapat kita. Jadi mengenai PP 99 Tahun 2012 tidak ada revisi untuk ini,” ujarnya.

Advertisement

Jokowi memastikan bahwa pembebasan bersyarat sejumlah narapidana tersebut yang telah disetujui minggu lalu hanya ditujukan bagi narapidana untuk tindak pidana umum.

“Tetapi tidak bebas begitu saja. Tentu saja ada syarat, kriteria, dan pengawasannya,” imbuhnya.

Pembebasan secara bersyarat ini dimaksudkan untuk menghambat atau memutus rantai penyebaran covid-19, utamanya di lembaga-lembaga pemasyarakatan yang ada. Warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang perlu diakui melebihi kapasitas di sejumlah lapas yang ada tentunya sangat berisiko mempercepat penyebaran Covid-19.

“Di negara-negara yang lain, saya melihat misalnya di Iran yang membebaskan 95 ribu napi, Brazil 34 ribu napi, negara-negara yang lainnya juga melakukan yang sama,” kata Presiden.

Reporter: Red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*