LPM Desa Pabangbon Leuwiliang Klaim Proyek Jalan Desa Mangkrak Karena “Anggaran Habis”

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Menyusul pemberitaan terkait mangkraknya pekerjaan pengerasan jalan desa di Kampung Pabangbon Baru, RT02/12 Desa Pabangbon, mantan Sekdes Pabangbon, Iyus, mengatakan bahwa dirinya sudah memanggil Jaenuri, LPM Desa Pabangbon, sebagai penanggung jawab pekerjaan di lapangan dan memerintahkan agar segera menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Namun, ketika awak media meminta diperlihatkan APBDes dan RKPDes, Iyus kembali mengkalim bahwa dirinya tidak bisa memperlihatkan dengan alasan bahwa itu bukan kapasitasnya. Sedangkan, saat melakukan monev pihak kecamatan, dirinya bagian dari tim monev di Desa Pabangbon.

Setelah mendapat penjelasan dari Iyus, awak media melanjutkan menemui Jaenuri di Kampung Nangela, Desa Pabangbon. Saat dimintai keterangan tentang kendala yang menyebabkan mangkraknya pekerjaan tersebut, Jaenuri mengatakan bahwa anggaran dana pembangunan jalan tersebut sudah habis.

“Atas perintah Lurah Iik (Kades yang lama), dana tersebut digunakan untuk men-sub barang atau material dalam proyek pembangunan Jalan Kabupaten Desa Pabangbon yang bersumber dari anggaran Banprov,” kata Jaenuri.

“Saya disuruh pak Iyus untuk membeli batu belah 200 kubik untuk kebutuhan panjang jalan 500 x 2.5 meter yang dibeli dari masyarakat per kubiknya Rp180.000, total sama dengan 36.000.000 dan untuk upah yang masang Rp12.000.000, jadi yang diberikan pak Iyus itu Rp48.000.000, cuman segitu yang saya terima dari pak Iyus,” tegasnya.

“Memang saya ngeborong, tapi dari per meter itu saya dapat 1000, saya kecewa kerjaan diborongkan tapi kenapa pak Iyus sudah bicara ke masyarakat untuk pembayaran sekian-sekian per meternya,” tambahnya.

Jaenuri menambahkan bahwa dirinya akan bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan dan pada hari Minggu 16/2, masyarakat sudah melanjutkan lagi pengerasan jalan tersebut.

Rahmat, warga RT 02/12 Kampung Pabangbon Baru, mengatakan kepada KM bahwa memang hari Minggu sekitar 12 orang warga bergotong royong melanjutkan pekerjaan.

“Jadi hari Minggu doang kita kerja, ini juga gotong royong untuk hari biasa gak kerja karena upah yang dulu saja sampai sekarang belum dibayar, kalau hari Minggu itung-itung celengan kas buat mushola, padahal sama belum dibayar juga, saya mah terang-terangan saja, buat apa ngebohong,” tegasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, menurut keterangan Iyus, mantan Sekdes Pabangbon periode 2014-2020, anggaran pekerjaan pengerasan Jalan Desa Pabangbon Baru bersumber anggaran DD tahap 3 tahun 2019, volume pekerjaan 500 x 2.5 meter dengan anggaran Rp 100.000.000.

Menurut informasi yang didapat awak media, Desa Pabangbon untuk DD tahun anggaran 2019 mendapatkan Rp1.491.903.531, tahap pertama turun Rp298.380.706, tahap kedua Rp596.761.412, tahap ketiga Rp596.761.412.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*