Kasusnya Jalan di Tempat, Advokat Desak Polresta Bogor Kota Bergerak Usut Dugaan Penganiayaan oleh Tokoh

Kuasa hukum pelapor dalam kasus dugaan penganiayaan, Supriantona Siburian di Mapolresta Bogor Kota, Jumat 7/2/2020 (dok. KM)
Kuasa hukum pelapor dalam kasus dugaan penganiayaan, Supriantona Siburian di Mapolresta Bogor Kota, Jumat 7/2/2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Laporan polisi dalam kasus dugaan penganiayaan dengan nomor laporan Lp/27/B/l/2020 SPKT Jumat 31/1 di Polresta Bogor Kota sudah sekitar seminggu belum ada perkembangan “sama sekali”. Hal tersebut dikeluhkan oleh Kuasa Hukum pelapor berinisial YI, Supriantona Siburian.

“Hari ini saya menindaklajuti laporan klien kami (YI) atas laporan pada tanggal 31 Januari 2020 lalu. Dimana sudah tujuh hari belum ada sama sekali tindak lanjutnya,” ungkap Supriantona kepada awak media di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat 7/2.

“Kami melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh [pelaku berinisial] IH, yang dilakukan IH kepada klien kami,” tambah Supriantona.

Menurut Supriantona, penganiayaan terjadi pada pukul 08.50 WIB di rumah IH. “Awalnya secara baik-baik klien kami YI diterima di rumah terlapor, ngobrol sebentar, namun tiba-tiba klien kami, handphone dirampas, diusir dan dipukul di bagian mata kanan dan pelipis.”

Advertisement

” Ya untuk itu klien kami langsung melaporkan ke Polresta Bogor Kota pada 31 Januari 2020,” tutur Supriantona.

Ditanya apakah terlapor IH adalah Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto, Supriantona enggan berkomentar secara detail.

“Ya pada prinsipnya kami pada personal orangnya, bukan pada jabatan organisasinya,” tegas Supriantona.

Lebih lanjut Supriantona mengatakan, intinya kami menindaklanjuti laporan klien kami di Polresta Bogor Kota, yang sudah seminggu ini belum juga ada perkembangan,” pungkas Supriantona.

Reporter : Efri
Editor : HJA

Advertisement
Komentar Facebook