Momen Haru Warnai Penetapan Nomor Urut Calon Kades Purasari Leuwiliang

Momen haru saat Anwarudin menangis memeluk salah satu calon yang menjadi rivalnya dalam Pilkades Purasari, Rabu 16/10/2019 (dok. KM)
Momen haru saat Anwarudin menangis memeluk salah satu calon yang menjadi rivalnya dalam Pilkades Purasari, Rabu 16/10/2019 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ada momen haru usai pengundian nomor urut Calon Kepala Desa Purasari yang berlansung di aula Kantor Desa Purasari, Rabu, 16/10. Terlihat salah satu Cakades, Anwarudin, sempat menangis ketika menyalami ke sesama Calon dan tim suksesnya. Sejumlah mata yang menyaksikan pun ikut meneteskan air mata.

Ketika ditanya awak media, Anwarudin mengatakan kalau dirinya tak kuasa menahan air mata karena sekarang dia harus bertarung untuk mempertahankan kursi Kades Purasari, bersaing dengan calon lainnya, yang dulu merupakan timses, bahkan masih saudaranya sendiri.

“Itulah demokrasi, yang dulu tim sukses kita, bahkan saudara kita, teman-teman kita, tetangga kita sekarang ikut berkontestasi dalam memperebutkan kursi Kepala Desa Purasari, itu yang membuat saya tak kuasa menahan air mata,” ujar Anwarudin yang akrab disapa Lurah Aa yang merupakan petahana.

Didampingi sejumlah timses dan pendukungnya yang khas menggunakan baju putih, Anwar mengatakan bahwa filosofi putih menunjukkan “bersih hati kita, tenang, tidak menjelek-jelekkan calon lain”.

Dalam acara pengundian nomor urut tersebut, saat memberikan sambutan PJS Kades Purasari Endang mengajak menghidupkan dan diadakannya ronda malam guna menjaga kondusifitas lingkungan warga, dan meminta seluruh calon dan timses serta pendukungnya dapat menjaga kondusifitas. “Pada intinya suksesnya Pilkades merupakan suksesnya Desa, suksesnya masyarakat Desa Purasari,” tandasnya.

Senada dikatakan Sekcam Leuwiliang Ivan Pramudia yang juga Ketua Panitia Pilkades Tingkat Kecamatan, yang menambahkan bahwa dalam masa kampanye tidak diperbolehkan adanya konvoi atau arak-arakan massa guna menghindari gesekan sesama pendukung calon satu sama lain, dan mengharapkan panitia mensosialisasikan kepada masyarakat, bagaimana teknis tahapan saat pencoblosan surat suara guna lancarnya dalam pencoblosan nanti.

“Harus disepakati juga dengan melihat letak wilayah Purasari yang luas, apalagi warga yang dari perkebunan teh Cianteun yang jauh, waktu dimulai pencoblosan dan waktu penutupan pencoblosan agar semua warga yang mendapatkan hak pilih bisa menyalurkan hak pilihnya,” pintanya.

Rapat musyawarah ini dihadiri oleh Sekcam Leuwiliang Ivan Pramudia, PJS Kades Purasari Endang Setiawan, Babinkamtibmas, Babinsa Kecamatan Leuwiliang, Calon Kades Purasari dan sejumlah Timses serta para pendukung Cakades.

Untuk tempat pemungutan suara disepakati di Yayasan Riyadul Muttaqin, waktu pencoblosan setelah disepakati bersama oleh para calon dimulai pada jam 7:00 dan ditutup jam 14:00. Adapun pola kampanye yang dilakukan calon berupa kampanye dialogis dengan masyarakat per zona.

Untuk Zona Kampanye yang telah ditentukan pihak panitia ialah:

– Zona 1 dimulai tanggal 28 Oktober, tempat di Bukit Cianteun Kampung Cianteun yang mencakup RW 07, 08, 09, 10, 11, 12.

– Zona 2 dimulai tanggal 29 Oktober, tempat Yayasan Riyadul Muttaqin yang mencakup RW 01, 02, 03.

– Zona 3 dimulai tanggal 30 Oktober, tempat Majlis Taklim Al Hidayah yang mencakup RW 04, 05, 06.

Berikut nomor urut para calon kades yang akan berebut kursi Kades Purasari dalam Pilkades mendatang:

1. Anwarudin
2. Agus Soleh Lukman
3. Arjani
4. Agung Fajar Timor
5. Mamad.

Reporter: Dian Pribadi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*