Proyek Pembangunan Lening di Kampung Reundeuk Daweung Asal Jadi, Diduga Dikerjakan Pemborong Nakal

SUBANG (KM) – Pembangunan lening atau turap di blok Tanjakan Komarudin Kp. Reundeuk Daweung RT13/08 Desa Margahayu, Kecamatan Pagaden Barat, yang dilaksanakan oleh CV. Tunggal Putra senilai Rp96.120.000 dari Dinas PUPR Kabupaten Subang dinilai asal jadi lantaran diduga dilaksanakan tidak sesuai dengan RAB dan besteknya.

Saat dimintai keterangan oleh Kupas Merdeka, salah satu pekerja yang mengaku bernama Kumis menerangkan bahwa proyek tersebut milik seseorang bernama Budi, dan pelaksana lapangannya bernama Purwoko. Kumis juga mengatakan jika dirinya hingga saat dikonfirmasi tersebut belum bertemu dengan mereka serta mengaku belum dibayar.

“Kalau pembangunan saya hanya bekerja sesuai petunjuk, yaitu kedalaman pondasi 30 cm, lebar pondasi 40 cm, tinggi 70 cm, jadi 100 cm, lebar atas 30 cm, panjang semuanya 174 m, kiri kanan, semen sudah habis 70 sak,” kata Kumis.

Sementara itu, dari keterangan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat yang tak mau disebutkan namanya, pengerjaaan proyek itu dinilai “kurang benar”, dilihat dari pemakaian pasir oblok, semen hanya sekitar kurang lebih 20 sak, serta adukan dan pemasangan galian pondasinya “asal-asalan”.

“Coba saja lihat yang sudah selesai sebelah sana, ditincak ku budak ge morohpol, euweuh semenan [diinjak anak-anak juga rapuh, semennya sedikit]. Ya kalau bagus mah saya juga bilang bagus, ini mah buktinya seperti itu dan kami sebagai warga yang akan menerima manfaat pembangunan lening ini sangat menyesalkan dan kecewa dengan pembangunan asal jadi ini,” keluhnya.

Saat dikonfirmasikan hal tersebut, pihak pengawas proyek membantah anggapan tersebut, dan mengklaim telah melaksanakan tugas sesuai kapasitasnya.

“Saya sebagai seorang pengawas sesuai teknis dan juga sudah menyampaikan teknis pembangunan sesuai aturan, dan juga mengintruksikan sesuai nilai kontruksi itu, dan bilamana diabaikan tentunya akan ada sanksi buat CV (pemborong), walaupun itu pekerjaan selesai bisa dianggap tidak selesai,” katanya kepada KM.

Reporter: Ahmad Minaldi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*