Hasilkan Limbah Bau, Warga Bukit Cimanggu City Protes Usaha Katering Eks Anggota DPRD Kota Bogor

Surat penolakan warga perumahan Bukit Cimanggu City terhadap usaha katering di wilayahnya. (dok. KM)
Surat penolakan warga perumahan Bukit Cimanggu City terhadap usaha katering di wilayahnya. (dok. KM)

BOGOR (KM) – Warga RT 002/011 Perumahan Bukit Cimanggu City geram dengan keberadaan usaha catering milik mantan anggota dewan Kota Bogor. Pasalnya, selain dianggap sangat mengganggu ketenangan warga, usaha catering tersebut menimbulkan limbah yang sangat bau.

Gumgum Pribadi, Ketua RT 002/011 di perumahan tersebut menyampaikan bahwa selama ini warga telah menolak keberadaan usaha catering tersebut. Menurutnya, selain mengalihkan fungsi perumahan, usaha yang dimiliki oleh mantan Anggota DPRD Kota Bogor dari Partai PKS tersebut juga tidak memiliki izin HO dari warga.

“Sebenarnya kita sudah cukup baik dan memberikan waktu kepada pemilik,” ujar Gumgum kepada kupasmerdeka.com.

Kronologi penolakan warga tertebut tertuang dalam sebuah surat edaran yang diterima KM kemarin 1/9, yang berisi sebagai berikut:

1. Pada tanggal 10 April 2019 Warga RT 002/11 Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor telah melayangkan surat kepada pemiliknya Yusuf Dardiri, mantan Anggota DPRD Kota Bogor.

2. Pada tanggal 5 Mei 2019, warga dan para pengurus RT 002/11 Kelurahan Cibadak kembali mengirimkan surat penolakan.

3. Pada tanggal 29 Juni 2019, warga dan para pengurus RT dan RW kembali melayangkan surat penolakan kepada pemilik usaha catering yang berlokasi di Bukit Cimanggu City, Blok M-03 No 21 RT 002/011 kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.

4. Pada tanggal 17 Agustus 2019, Yusuf Dardiri menyatakan dan menandatangani surat pernyataan bahwa rumah yang berada di RT 002/011 Blok M-3 No 21 yang selama ini dijadikan sebagai tempat untuk memasak/usaha catering akan dikembalikan fungsi seperti semula dan warga masih memberikan tenggang waktu sampai dengan tanggal 31 Agustus 2019. Namun kenyataannya, pemilik catering tersebut masih melakukan kegiatan usahanya.

Maman, salah seorang warga perumahan yang berdekatan dan menempel langsung dengan rumah tersebut menyampaikan bahwa keberadaan usaha catering tersebut sangat mengganggu karena aktivitas usaha tersebut dilakukan pada saat warga sedang beristirahat di rumah.

“Pokoknya kita ingin tempat tersebut ditutup dan pindah,” kata Maman.

Yus Nelwan, salah satu Pengurus masyarakat di lingkungan RT tersebut menyampaikan tidak melarang usaha catering tersebut. “Tapi jangan di wilayah sini, jangan di lingkungan ini. Silahkan saja mencari tempat usaha di tempat yang lain,” tegasnya.

Reporter: Red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*