Aktivis: Eka Wardhana Tidak Boleh Biarkan Kesalahan Cantum Gelar untuk Terus Diproses DPRD kota Bogor

Logo Partai Golongan Karya (Golkar) (stock)
Logo Partai Golongan Karya (Golkar) (stock)

BOGOR (KM) – Kesalahan pengetikan gelar akademik dalam surat rekomendasi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dari Partai Golkar Eka Wardhana bukanlah kesalahan Eka sendiri, namun akan menjadi kesalahannya jika surat itu tetap diserahkan kepada Ketua DPRD sementara dan terus prosesnya hingga pengesahan. Pandangan itu diungkapkan oleh aktivis dan Ketua Aliansi Pengawal Pelayan Publik Dan Kebijakan Publik Republik Indonesia (AP3KPRI) Ruby Falahadi dalam wawancaranya dengan KM kemarin 13/9.

“Eka Wardhana tidak salah di awal karena ada pengakuan salah ketik gelar akademik pada namanya oleh DPP Partai Golkar. Tapi jika Eka Wardhana membiarkan dan terus berproses maka menjadi kesalahan yang fatal buatnya,” terang Ruby.

“Ya sudah tahu salah tapi malah membiarkan, seolah-olah ikut dalam kesalahan tersebut,” tambah Ruby.

Ruby menuturkan, jika tidak ada langkah untuk merevisi atau mengembalikan ke DPP Partai Golkar untuk memperbaiki, surat itu akan menimbulkan kecurigaan publik. “Jangan-jangan gelar yang salah tersebut menjadi suatu kebutuhan untuk menjadi pimpinan DPRD Kota Bogor,” katanya.

“Ya jangan sampai publik menilai kesalahan pengetikan tersebut disengaja untuk tujuan tertentu,” pungkas Ruby.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan ada salah ketik gelar akademik dalam surat rekomendasi pimpinan DPRD Kota Bogor dari DPP Partai Golkar.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*