Masih Ada Penderita Kwashiorkor di Tanjungbalai, Komnas Anak Desak Pemkot Evaluasi Kinerja Dinas Kesehatan

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait (dok. Kompas.com)
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait (dok. Kompas.com)

TANJUNGBALAI (KM) – Masih ditemukannya kasus anak kurang gizi akut atau kwashiorkor seperti diderita Khoirani Siregar (4) di Tanjungbalai menunjukkan kegagalan pemerintah Kota Tanjungbalai, khususnya Dinas Kesehatan, dalam mengelola pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan bagi anak.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam keterangannya kepada KM, seraya menambahkan bahwa pembiaran terhadap kasus kwashiorkor tersebut merupakan “kejahatan kemanusiaan”.

“Tidaklah berlebihan jika kondisi ini dapat dinilai dan dinyatakan bahwa Tanjungbalai dalam situasi darurat gizi buruk anak,” ujar Arist kepada KM, Sabtu 11/8.

“Pemerintah wajib memastikan bahwa setiap anak berhak mendapatkan layanan kesehatan dasarnya sehingga anak dapat bertumbuh bdan berkembang dengan baik,” tambahnya.

Lebih jauh Arist menjelaskan, jika kondisi ini terus dibiarkan terjadi, maka angka anak dengan kurang gizi akut di Tanjungbalai akan terus bertambah, bahkan anak-anak akan meninggal dunia karena gizi buruk. Komnas Anak pun mendesak Walikota Tanjungbalai untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Kesehatan.

“Untuk kepentingan perlindungan hak anak atas kesehatan, dalam waktu dekat Komnas Perlindungan Anak dan Tim Kerja Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara akan segera bertemu Walikota dan kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai,” terang Arist.

“Dan jika ditemukan unsur pembiaran pemerintah terhadap pelanggaran hak anak atas kesehatan dengan mengakibatkan anak meninggal dunia, Tim Hukum Komnas Anak mewakili masyarakat akan melakukan langkah hukum menggugat Pemerintah Kota dan Dinas Kesehatan dengan menggunakan hak hukum masyarakat,” tutup Arist.


Reporter : Eko Setiawan
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*