Pangdam Diponegoro Minta TNI Ikut Cegah Penyebaran Paham Jihadis, Khilafah dan Komunis

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi memberikan pengarahan dihadapan para prajurit dan PNS Kodim 0709/Kebumen di Hotel Mixolie, Kebumen Jumat 21/6/2019
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi memberikan pengarahan dihadapan para prajurit dan PNS Kodim 0709/Kebumen di Hotel Mixolie, Kebumen Jumat 21/6/2019

KEBUMEN (KM) – Menyikapi perkembangan situasi yang saat ini sedang terjadi di masyarakat, maka diharapkan para prajurit dan PNS harus bisa menyikapi dengan cermat dan lebih bijak. Hal ini mengingat bahwa kita telah disumpah untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dihadapan para prajurit dan PNS Kodim 0709/Kebumen saat memberikan pengarahan di Hotel Mixolie, Kab. Kebumen Jum’at (21/6/2019).

Pangdam menjelaskan, setiap prajurit adalah badan pengumpul keterangan sehingga peran tersebut diharapkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Sebagai contoh adanya seseorang yang terjerumus dan terlibat dalam jaringan ISIS akibat dari belajar melalui internet di rumah.

“Kejadian seperti ini, sangat kita sayangkan, karena baik lingkungan sekitar maupun keluarga tidak ada yang memperhatikan sehingga terjadi penyimpangan tersebut”, ungkapnya.

“Tolong anak-anak kita dikontrol. Dan Anggota Kodim laksanakan pembinaan teritorial,” tegasnya.

Menurut Mayjen TNI Mochamad Effendi, belajar melalui internet itu memiliki keterbatasan. Dengan pemahaman yang terbatas, ilmu yang terserap acapkali tidak tepat. Contohnya pemahaman tentang jihad.

“Tolong dicerna. Kalau memahami jihad, konteksnya itu apa dan untuk apa,” jelasnya.

Dijelaskan Pati berbintang dua itu, berbicara tentang jihad maka mencari nafkah untuk menghidupi keluarga juga bagian dari jihad.

Pun demikian dengan adanya ideologi menyimpang lainnya juga tidak bisa dibiarkan karena hal ini akan menjadi ancaman serius dalam situasi dan kondisi saat ini.

Seperti ideologi komunis dan khilafah. Kalau di luar sana silahkan saja, tapi di Indonesia adanya hanya ideologi Pancasila.

“Ingat, prajurit telah bersumpah untuk setia pada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*