Pengecoran Jalan di Pasar Seroja Bekasi Diduga Langgar KIP dan SPK, Aktivis Desak DBMSDA Bertindak Tegas

Lokasi pengecoran jalan di Pasar Seroja, RT 04/07 Kelurahan Harapan Jaya, Kota Bekasi (dok. KM)
Lokasi pengecoran jalan di Pasar Seroja, RT 04/07 Kelurahan Harapan Jaya, Kota Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Pemerintah Kota Bekasi, melalui Dinas Bina marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi telah mengalokasikan kegiatan pengecoran jalan di Pasar Seroja RT04/07, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2019.

Namun, hasil pantauan Kupasmerdeka.com pada Rabu malam 8/5 di lokasi, terlihat pihak kontraktor tidak memasang papan nama proyek pada waktu pelaksanaan.

Beton yang diturunkan juga tampak encer, dengan kualitas mutu K 350 yang ditambahkan lagi dengan air, yang diduga dapat berdampak terhadap ketahanan beton.

Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB), Yanto, saat dimintai tanggapan terkait kegiatan pengecoran jalan di Pasar Seroja tersebut, mengatakan jika pemborong tidak memasang papan plang nama proyek, maka mereka sudah melanggar Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukan Informasi Publik (KIP).

Sementara mengenai mutu beton yang telah ditambah air, dirinya menduga pihak kontraktor melakukan “pembohongan publik”.

“Dikarenakan bahan material ditambahkan air, otomatis hasil beton akan lebih banyak dan beberapa bulan kedepannya akan mengalami kerusakan,” terang Yanto kepada KM.

“Seharusnya, pengawas dari Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Kota Bekasi melakukan peneguran kepada pihak kontraktor waktu pada saat pelaksanaan untuk memasang papan nama proyek dan beton pun tidak ditambahkan dengan air, jangan cuma diam duduk manis saja,” tegasnya.

“Adanya kegiatan pengecoran jalan yang dikerjakan pihak kontraktor, yang telah melanggar peraturan di Surat Perintah Kerja (SPK), DBMSDA Kota Bekasi harus bertindak dengan tegas,” jelas Yanto.

Reporter: Den
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*