Guru SMP Rote Selatan Aniaya Siswa Hingga Babak Belur

Tangkapan layar dari video viral pemukulan terhadap siswa SMPN 1 Rote Selatan (dok. KM)
Tangkapan layar dari video viral pemukulan terhadap siswa SMPN 1 Rote Selatan (dok. KM)

ROTE NDAO (KM) – Ulah guru SMPN 1 Rote Selatan yang memukuli siswa memicu perdebatan di media sosial mengenai kekerasan di lingkungan sekolah. Siswa korban pemukulan itu sempat dirawat di rumah sakit.

Video yang beredar viral itu memperlihatkan pemukulan bertubi-tubi terhadap dua siswa oleh guru SMP Negeri 1 Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao. Pemukulan yang dilakukan oleh guru yang diketahui bernama Riky Ale itu terjadi pada Rabu 6/2 lalu terhadap dua orang siswa bernama Jay Dethan dan Iwan Malelak.

Menurut informasi yang dihimpun dari orang tua siswa serta kesaksian dari teman-teman korban, persoalan dimulai ketika korban diduga mengambil minyak bensin dari motor teman sekolahnya, lalu guru memanggil keduanya, yang kemudian ia tampar dan tendang bertubi-tubi.

Korban sempat dibawa ke kantor kepala sekolah, dengan pusing pusing dan berjalan seperti tahanan.

Bapak korban, Yopi Dethan, kepada kupasmerdeka.com mengaku tidak terima dengan perlakuan guru kepada anaknya. “Kalau misalnya karena anak saya nakal, saya sebagai bapaknya meminta maaf. Tapi, tidak semestinya anak saya dianiaya seperti ini. Sebagai orang tua, saya tidak terima,” ujarnya.

Menurutnya, selama guru tidak menderita gangguan jiwa maka artinya guru itu sadar dan sengaja melakukan penganiayaan, dan harus diselesaikan secara hukum.

“Kita sudah ada UU Perlindungan Anak. Jadi penyelesaian tidak pakai damai lagi. Besok hari Senin 11/2/2019 saya lapor guru SMP 1 Rote Selatan [Riky Ale] ke pihak polsek Rote Selatan untuk diproses sesuai undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Reporter: Dance henukh
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*