Program Bedah Rumah Kebumen Gaet Kerjasama dengan Ormas dan Tokoh Masyarakat

Pengusaha Muncul Grup Sugeng Budiawan, Kapolres Kebumen Arief Bahtiar, Dandim 0709 Kebumen Zamril Pilliang dan Komunitas Sedulur Kebumen Hargo Yohannes meninjau lokasi bedah rumah di Buluspesantren, Kebumen, 6/11/2018 (dok. KM)
Pengusaha Muncul Grup Sugeng Budiawan, Kapolres Kebumen Arief Bahtiar, Dandim 0709 Kebumen Zamril Pilliang dan Komunitas Sedulur Kebumen Hargo Yohannes meninjau lokasi bedah rumah di Buluspesantren, Kebumen, 6/11/2018 (dok. KM)

KEBUMEN (KM) – Program Bedah Rumah ke-6 kali ini diadakan di Dusun Gesikan, tepatnya di rumah Ibu Jumiati di RT 02 RW 05 Desa Ayam Putih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Selasa 6/11.

Kapolres Kebumen Arief Bahtiar mengharapkan Forkopimda bersama masyarakat ikut bersinergi untuk mempercepat program-program pemerintah.

“Apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan tokoh masyarakat yang berpartisipasi bisa langsung dirasakan oleh masyarakat itu sendiri yang memang membutuhkan. Sehingga masyarakat juga merasa memiliki program itu. Setiap kegiatan dilakukan bersama-sama dari perencanaan, meninjau langsung lokasi, pada pelaksanaan hingga penyerahan kepada pemilik,” kata Arief.

“Apa yang dilakukan di Kebumen ini semoga bisa ditiru kabupaten lain,” harapnya.

Ketua Sedulur Kebumen, Hargo Yohanes, mengatakan bahwa partisipasi pihaknya dalam program ini karena “ingin berbagi pada saudara kita untuk bisa merasakan”.

“Semoga program ini tetap jalan dan lanjut dengan sinergi dengan instansi, ormas dan pribadi untuk lebih bermanfaat,” lanjutnya.

Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf. Zamril Pilliang mengatakan, adanya bantuan pemerintah untuk dana stimulan perumahan swadaya dengan anggaran yang ada tidak mencukupi, maka untuk bisa terealisasi dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, semua pihak bergotong royong dengan program bedah rumah ini.

“Ada persyaratan untuk bedah rumah tidak layak huni ini antara lain rumah tidak layak huni, keluarga tidak mampu dan punya penghasilan tidak tetap. Dan dilakukan dengan melalui survey, pantas atau tidak diberikan bantuan. Pemerintah juga punya program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) tetapi jumlahnya paling 1 atau 2 setiap desa. Jadi untuk mempercepat makanya kita bersama membuat program ini,” kata Dandim.

Sementara Penggerak Bedah Rumah Sugeng Budiawan mengatakan bahwa program ini harus terus berjalan dengan sukses.

“Ini masih awal dan terus berlanjut selama masih ada dukungan dari Sedulur Kebumen maka program ini harus terlaksana dan sukses. Harus sukses,” tegasnya.

Adapun pelaksana bedah rumah terdiri dari berbagai unsur masyarakat, Banser NU, KNPI, organisasi masyarakat dan para pemuda.

Ibu Jumiati yang rumahnya dibedah merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Awalnya, rumahnya hanya memakai kain untuk dindingnya dan tiangnya dari bambu.

“Saya mengucapkan terima kasih buat bapak-bapak semua yang sudah membuat rumah saya ini lebih baik,” katanya.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

1 Comment

  1. Tagihan Dikeluhkan, PDAM Berdalih Perbedaan Perlakuan Akuntansi

    https://goo.gl/PZRakw

Leave a comment

Your email address will not be published.


*