Tolak Ganti Label Daerah Jadi “Khas Tangerang”, Pie Nangbo Tetap Ingin Diproyeksikan Sebagai Makanan Oleh-oleh Khas Bogor

Kue
Kue "pie nangbo" produksi Toko Agung Bakery (dok. KM)

BOGOR (KM) – Usaha Toko Agung Bakery berdiri sejak tahun 2007, berawal dari toko kecil yang hanya menjual aneka macam roti manis, tawar, dan aneka kue. Dalam perjalanan usahanya, yakni pada tahun 2016, Toko Agung Bakery turut serta mengikuti Kurasi Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia yang diselenggarakan di gedung SMESCO, Jakarta Selatan melalui WPMI (Women Preneurs Moslem Indonesia) dan berhasil lolos dalam Kurasi tersebut.

Produk yang lulus Kurasi tersebut adalah Kue Pie Nangbo (nangka bogor) hasil kreasi dari Agung Murtiningsih Wahyudin, pemilik dari Toko Agung Bakery.

“Ini sebenarnya produk gagal, karena ketika itu saya disuruh buat kue untuk oleh-oleh yang ada ciri Indonesianya, saya bingung mau buat kue apa? Rencananya saya akan buat kue pie brownies, ternyata kue itu sudah banyak dan gak ada ciri khasnya. Kebetulan di pendingin ada nangka cempedak, saya masukinlah cempedak tersebut lalu saya timpa adonan yang gagal tadi, terus saya baking dan setelah jadi ternyata rasanya enak,” kata Bu Agung, panggilan akrab pemilik Toko Agung Bakery itu.

“Kemudian dengan rasa percaya diri karena waktu sudah tinggal besoknya, saya bawalah untuk kurasi di SMESCO dan ternyata terpilih, hingga kini sudah bisa dijual di terminal 3 oleh-oleh Bandara Soetta,” lanjut Bu Agung mengisahkan ceritanya kepada kupasmerdeka.com kemarin (6/10).

Namun ia mengakui kalau kesempatan tersebut belum bisa dijalankan karena ada permintaan supaya merubah label daerah menjadi Tangerang. “Karena saya masih idealis tetap menginginkan produk ini sebagai oleh-oleh khas Bogor,” jelasnya lagi.

Terkait Legalitas, pie nangbo mengikuti legalitas induk Agung Bakery. “Sudah ada IUMK, halal, sertifikat aman saji dari Disnaker dan JMKP, dan HAKI. Untuk varian rasa, ada nangka cempedak dan durian,” jelasnya.

Sertifikat JMKP yang diperoleh pemilik Toko Agung Bakery (dok. KM)

Sertifikat JMKP yang diperoleh pemilik Toko Agung Bakery (dok. KM)

“Sementara untuk market, selain di toko juga by order pengiriman melalui online ke Surabaya, Bandung, Bali, dan Papua, dengan lokasi outlet ada di Jl. Raya Pabuaran Gg. Langgar, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor,” terang Bu Agung.

Ia pun berharap agar produk olahannya tersebut bisa meluas di seluruh nusantara.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*