Walikota Bogor Sidak Pasar TU, Pantau Pengalihan Pengelolaan Pasar

Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kota Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal (dok. KM)
Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kota Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal (dok. KM)

BOGOR (KM) – Inspeksi mendadak (Sidak) Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama jajarannya serta Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) ke Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, kemarin 5/9/2018, diadakan dalam rangka memantau perkembangan yang terjadi di lapangan. Beberapa poin yang ada dalam kebijakannya salah satunya adalah bahwa pengelolaan Pasar TU akan diproses ambil alih pengelolaannya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Kasubag Humas PD PPJ Kota Bogor, Riadul Muslim mendukung langkah tersebut karena menurutnya, sudah tidak ada hak PT. Galvindo untuk mengelola Pasar TU. “Sejak ditandatangani surat perjanjian antara Pemkot dengan PT. Galvindo pada tanggal 14 Agustus 2001, itu sudah tidak bisa disangkal karena jelas PT. Galvindo hanya diberikan hak mengelola selama 6 tahun terhitung sejak tanggal 14 Agustus 2001,” ungkapnya kepada awak media.

“Ya sudah habis masa pengelolaan PT. Galvindo di Pasar TU, berarti sejak 2007 lalu. Kalau merujuk pada surat perjanjian antara Pemkot dengan PT Galvindo Ampuh Nomor 644/SP.03-HUK/2001 dan Nomor 39/SP/GA-BGR/AGS/XI/2001 tertanggal 14 Agustus 2001,” ujarnya.

“Dari surat perjanjian yang tercantum PT. Galvindo harus menyumbangkan tanah seluas 31.975 meter persegi. Di pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa PIHAK KEDUA (PT. Galvindo Ampuh) menyumbangkan tanah seluas 31.975m2 yang berupa bangunan pasar dan fasilitas penunjang lainnya kepada PIHAK PERTAMA (Pemerintah Kota Bogor), sesuai dengan gambar situasi, bestek peta bidang dan site plan yang telah disetujui PIHAK PERTAMA,” tuturnya.

“Maka dari itu kami dari PD PPJ Kota Bogor sangat mengapresiasi langkah Walikota Bogor untuk mengelola kembali Pasar TU. Karena sudah saatnya pengelolaan dipegang oleh Pemkot, kami tetap mendukung Pemkot untuk mengelola, dari awal sampai pada teknis pengelolaannya seperti apa. Kami sebagai BUMD yang ditunjuk sebagai pengelola pasar milik Pemerintah Kota Bogor akan fatsun dan mengikuti arahan dari Walikota,” tutupnya.

Reporter: ddy07
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*