Mahasiswa UNPAK Tuntut Pertanggungjawaban BEM BLM-KBM Atas “Politisasi” Kegiatan PPBN UNPAK

Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus, Okkto Nahak (dok. KM)
Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus, Okkto Nahak (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sekelompok mahasiswa Universitas Pakuan yang tergabung dalam “Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus” menggelar diskusi mengenai beberapa temuan dan isu yang sedang berkembang di kalangan mahasiswa sebagai persoalan pertama terkait dengan pergelaran kegiatan besar penyambutan mahasiswa baru di awal tahun akademik 2018-2019, kemarin 7/9.

Kegiatan penyambutan tersebut adalah “Pendidikan Pendahuluan Bela Negara” (PPBN) yang diselenggarakan oleh civitas akademik Universitas Pakuan yang dibantu oleh kepanitiaan dari pihak BEM BLM-KBM periode 2018-2019 yang dipimpin oleh Muhammad Dwiansyah Damanik selaku Presiden Mahasiswa.

Para mahasiswa mendiskusikan temuan terkait adanya “politisasi” kegiatan tersebut. Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Okkto Nahak mengatakan, “berdasarkan hasil temuan teman-teman mahasiswa di lapangan, ada oknum yang mengatasnamakan BEM untuk memanfaatkan atau mempolitisasi kegiatan tersebut sebagai peluang untuk meraih keuntungan. Ini dapat dibuktikan berdasarkan pengakuan dari mahasiswa baru yang berinisial ‘L’ yang mengeluh bahwa mereka diperintahkan oleh panitia penyelenggara untuk membawa salah satu produk yang telah diinfokan sebagai persyaratan yang wajib pada hari pertama kegiatan PPBN,” ungkapnya kepada awak media, Jumat 07/09/2018.

Mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan selama tiga hari di Markas Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) AD Jl. Jenderal Sudirman, Kota Bogor berjumlah hampir 4.000 orang.

“Ini merupakan jumlah yang bisa dikatakan banyak. Oleh sebab itu, kegiatan yang diselenggarakan sangat butuh perhatian yang serius, sebab kegiatan ini adalah awal perkenalan bagi pembentukan mental sekaligus karakter yang mencirikan wajah kampus,” kata Okkto.

Okkto menuturkan bahwa peserta berinisial “L” itu mengatakan, “Kami diperintahkan oleh panitia untuk membawa paling sedikit 10 bungkus kemasan produk Fine Choco per orang tanpa isinya, tanpa kejelasan mengenai maksud serta tujuan membawa kemasan kosong dari produk tersebut. Terkait hal ini, beberapa peserta turut mengeluhkan hal yang sama,” bebernya.

“Kami melihat bahwa hal ini cenderung akan mengarah kepada penyelewengan untuk mencari profit dengan cara menipu dan membodohi ribuan peserta sekaligus mencoreng nama baik kampus. Hal ini tentu sangat memukul perasaan kami dan menurunkan integritas dari pejabat mahasiswa berdasarkan bukti-bukti di lapangan. Kejadian ini bisa dipandang sebagai penyalahgunaan jabatan BEM KBM yang berpotensi merusak marwah dan citra kampus tercinta bila tiada penyelesaian yang lebih transparan,“ imbuhnya.

“Ketika nama baik kampus diinjak-injak oleh segelintir orang yang berkepentingan sesat dan sesaat, maka kami aliansi mahasiswa menyerukan meminta pertanggungjawaban BEM-BLM KBM Universitas Pakuan periode 2018-2019 selaku panitia penyelenggara kegiatan PPBN di hadapan seluruh mahasiswa baru selaku peserta.”

Masih kata Okkto, pihaknya meminta transparansi dan klarifikasi terkait persoalan tersebut kepada seluruh mahasiswa Universitas Pakuan. Pihaknya pun akan menyegel sekretariat BEM KBM Universitas Pakuan Bogor sampai persoalan diyakini ada titik temu. “Dan kami akan menyampaikan informasi ini sebagai tembusan kepada pihak Rektorat dalam hal ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiwaan unruk menindaklanjuti sesuai dengan kode etik mahasiswa,” tambahnya.

“Surat terbuka ini kami buat dengan kesadaran penuh dan inisiatif yang baik demi kelangsungan kegiatan-kegiatan mahasiswa Universitas Pakuan Bogor selanjutnya. Mohon untuk diperhatikan tanpa mengurangi rasa hormat, kami mengucapkan salam waras,” tutupnya.

Reporter: Rio/ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*