Penipuan “Habib Jin” Resahkan Warga Bogor, Cianjur dan Sukabumi

Ilustrasi berdoa (stock)

BOGOR (KM) – Serangkaian aksi penipuan kembali terjadi, kini diduga dilakukan oleh dua orang yang dalam melakukan aksinya mengaku sebagai habib, dibantu oleh seorang sopir. Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku tersebut biasanya beroperasi di wilayah pinggiran Kota Bogor, Cianjur atau Sukabumi.

Dari informasi yang diperoleh, biasanya calon korban yang dituju adalah warga yang dianggap sebagai orang kaya. Kedua oknum penipu ini melakukan aksinya dengan dalih mendoakan kepada kepala keluarga agar kehidupanya berkah dan tercapai cita-citanya seperti untuk berhaji atau bisa mencapai kesuksesan dalam pekerjaannya.

Menurut pengakuan Iwan Setiawan, salah satu korban oknum penipu tersebut mengatakan jika oknum penipu yang berkedok habib itu mengatakan jika dirinya memiliki julukan “Habib Jin” dan didampingi oleh rekannya yang berinisial AR berperan sebagai pembantu. “Mereka di antar oleh seorang sopir yang biasanya menggunakan mobil Avanza warna putih,” kata Iwan.

Aksi kelompok penipu tersebut diperkirakan berhasil meraup keuntungan dari korban-korbannya dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Aksi penipuan tersebut juga diklaim menggunakan kekuatan hipnotis saat merayu dan mendoakan mangsanya.

Dari hasil investigasi KupasMerdeka.com Selasa 17/7, diperoleh informasi jika sedikitnya ada tiga orang yang telah menjadi korban pelaku yang telah berhasil diraup uangnya, yaitu Iwan Setiawan warga Sagaranten Kabupaten Sukabumi, Saipuloh warga Kota Sukabumi dan Didin penduduk Desa Cikeas Sukaraja.

“Saya dengan Bu Haji, kena hipnotis pak! dari Habib yang ber-penampilan meyakinkan itu. Dia mengaku dari Empang, Bogor. Sedangkan temanya AR juga mengaku mengatasnamakan media. Kita juga diminta arloji nurut saja,” jelas Iwan.

Iwan pun melanjutkan kisahnya dengan mengatakan jika uang miliknya juga raib. “Saya kasih empat juta uang saya, katanya untuk beli hewan kambing gasam yang akan disembelih di sana,” tukas Iwan kesal.

Sementara itu, Saipuloh menyebutkan pada KM di kediamannya bahwa dia mengaku uangnya senilai satu juta rupiah juga raib di bawa oleh “habib” itu.

“Saya dan istri percaya, hampir saja kita memberikan dua juta, untung saja istri saya mencegahnya,” tutur Saipuloh.

“Kita juga percaya saja atas omongan pembantu Habib, yakni AR. Dia berhasil merogoh kocek saya sebesar tiga ratus ribu, kalau itu menipu tak mungkin saya berikan,” kata Didin yang juga menjadi korban penipuan tersebut.

Reporter: Tarno
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*