Tim Advokasi Nur-Andy Klaim Temukan Bukti Baru Soal Ijazah Palsu Rahmat Effendi

Ketua tim advokasi paslon walikota Bekasi Nur Supriyanto-Andy Firdaus, Bambang Sunaryo memperlihatkan tanda terima laporan pihaknya ke Bawaslu, Selasa 5/6 (dok. KM)
Ketua tim advokasi paslon walikota Bekasi Nur Supriyanto-Andy Firdaus, Bambang Sunaryo memperlihatkan tanda terima laporan pihaknya ke Bawaslu, Selasa 5/6 (dok. KM)

BEKASI (KM) – Ketua tim advokasi paslon nomor 2 pada Pilkada Kota Bekasi (Nur Supriyanto-Andy Firdaus), Bambang Sunaryo melaporkan dugaan ijazah palsu calon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

“Kami sudah temukan bukti dugaan ijazah palsu milik Rahmat Effendi,” kata Bambang Sunaryo dalam konpersnya Selasa, (5/6/2018) pada wartawan.

Pihaknya melaporkan dugaan ijazah palsu milik Rahmat Effendi pada Rabu, (30/5/2018) berdasarkan pengecekan di Dinas Pendidikan DKI Jakarta

“Kita serahkan ke Bawaslu dugaan pemalsuan ijazah palsu SMAN 52 Jakarta Utara. Kita temukan bukti baru,” katanya.

Soal adanya SP3 yang dikeluarkan Bareskim, menurut Bambang itu bukan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3) tetapi Surat Perintah Penghentian Penyelidikan, artinya kasus tersebut tidak dihentikan oleh pihak Bareskim.

Advertisement

“Kan sudah ada Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Kalau yang dari Bareskrim, itu Surat Perintah Penghentian Penyelidikan, itu jelas beda,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya sudah menyerahkan semua hasil keputusannya ke Bawaslu dan masih menunggu hasilnya karena mereka yang mempunyai wewenang.

“Jadi laporan kami ini bukan atas dasar perkara hukum, namun kaitan pelanggaran Pilkada yang diatur dalam PKPU,” ucap Bambang.

Reporter: den
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: