Keelokan Alam Taman Nasional Wisata Gunung Halimun Jadi Incaran Riset Mancanegara

Gerbang Masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Gerbang Masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Hutan Indonesia disebut sebagai paru-paru dunia, yang di dalamnya tersebar luas pesona alam yang berupa beragam jenis tanaman dan hewan. Belum lagi kekayaan alam yang terkandung dan terhampar luas di dalamnya dari bumi Aceh hingga Papua. Maka layaklah jika Indonesia disebut sebagai “surganya dunia” disebabkan potensi dan kekayaan alamnya tersebut baik yang di bumi maupun lautnya sebagai anugerah dari Sang Pencipta.

Berdasarkan PP No. 28 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA), disebutkan jika pengelolaan kawasan dibagi berdasarkan zona dan blok berdasarkan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan, seperti penetapan KSA yang terdiri atas Cagar Alam dan Suaka Margasatwa, serta KPA yang terdiri atas Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam.

Pengelolaan KSA dan KPA tersebut bertujuan untuk mengawetkan keanekaragaman tumbuhan dan satwa dalam rangka mencegah kepunahan spesies, melindungi sistem penyangga kehidupan, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari.

Salah satu taman wisata yang dimaksud adalah Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang berada di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Tempat wisata ini menjanjikan panorama alam yang elok dan mempesona serta bisa dijadikan referensi bagi wisatatawan lokal dan mancanegara.

Berdasarkan informasi dari Maulana Yusuf, petugas dan pemandu wisata Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, dijelaskan bahwa lokasi tempatnya bertugas saat ini sudah diresmikan menjadi Desa Wisata Malasari sejak tahun 2015 lalu dan sudah banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.

“Dari mancanegara juga sering datang. Kebanyakan dari Jepang untuk melakukan riset tanaman dan mempelajari budaya lokal,” tutur Yusuf saat ditemui KM, Minggu 24/6.

“Dari Amerika dan timur tengah juga pernah berkunjung, semuanya dalam rangka melakukan riset,” terang Usep, petugas lain yang mendampingi Yusuf.

Advertisement

Momen libur akhir pekan maupun libur nasional seringkali dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung. “Kalau pas momen liburan seperti saat ini bisa mencapai 300-400 orang per minggu, tapi agak kurang kalau bukan momen liburan karena yang ke sini memang yang punya minat khusus, selain itu juga karena faktor saingan tempat wisata lain seperti Pabangbon,” jelas Yusuf.

Selain melakukan riset, tentunya para wisatawan tersebut sekaligus untuk memanfaatkan suasana alami kawasan wisata untuk sekedar me-recharge energi dan pikiran dengan cara menikmati panorama dan keindahan alam sekitar lokasi taman wisata tersebut.

Di antara objek wisata yang bisa dijadikan referensi adalah objek wisata kebun teh yang berjarak beberapa kilometer dari pintu masuk kawasan wisata Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Lokasi wisata Nirmala dan Citalahab Sentral yang khasnya ada glowing mushroom (jamur menyala) dan berlokasi di ujung perkampungan yang merupakan perbatasan Sukabumi dan Bogor juga merupakan tujuan favorit para pengunjung meskipun akses jalan untuk menempuhnya masih berbatu dan berlubang.

“Banyak lokasi lainnya yang bisa dikunjungi seperti beberapa curug, Curug Citamiang, Curug Sawer, Curug Kumbang, Curug Tujuh, dan Ciwalen yang merupakan perkampungan yang hanya dihuni 5 rumah tanpa penerangan dari PLN, total semua ada 13 objek wisata di kawasan ini,” jelas Yusuf.

Taman wisata ini lebih mengangkat tema wisata alam dengan kearifan lokalnya dan dikelola oleh masyarakat sekitar dan karang taruna.

“Kami berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan… seperti soal jalan yang masih rusak dan jadi keluhan pengunjung, informasinya sih tahun 2019 baru ada perbaikan dari BUMDes, sementara yang penting aman saja dulu,” pungkas Yusuf dan Usep menutup sesi wawancara.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: