Pemkot Bogor Lamban Tangani Masalah Pengelolaan Pasar TU, Kisruh Semakin Menjadi-jadi

BOGOR (KM) – Dampak keberatan terhadap kutipan parkir pengemudi jasa transportasi dan pedagang serta para pembeli di Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kota Bogor berujung aksi protes kepada PT. Atmosfir Kreasi Mandiri kemarin 24/5.

Sebelumnya, petisi pernyataan keberatan terhadap kutipan parkir yang dilakukan oleh PT. Atmosfir di Pasar TU sudah disampaikan oleh Forum Pengemudi Tranportasi Pasar Induk Kemang (Transpakem) dan juga para pedagang, serta ditandatangani oleh sekitar 300 orang, kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor beberapa waktu lalu. Namun kenyataannya belum ada langkah dan tindakan yang nyata dari Pemkot Bogor untuk menyelesaikan permasalah yang ada di Pasar TU.

Ketua Transpakem Wawi Nahrowi mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Pemkot Bogor.

“Pernyataan keberatan kutipan parkir dari pedagang, pengemudi dan juga para pembeli di Pasar TU kepada Pemkot Bogor seakan diabaikan dan tidak ditindaklanjuti. Hal ini yang juga menjadi rasa kecewa kami semua sehingga melakukan aksi spontan dengan menggeruduk para pihak ketiga yang mengelola parkir,” ungkapnya kepada awak media, Jumat 25/05/2018.

“Ya karena kutipan parkir yang sudah sangat memberatkan para pihak yang sudah lama beraktifitas dan bertransaksi di Pasar TU, ditambah adanya 2 kutipan parkir dari PT. Atmosfir dan PT. Galvindo Ampuh, serta masyarakat sekitarpun terkena dampak biaya kutipan secure parking, tentu ini sangat merugikan masyarakat.”

“Pihak ketiga yang mengutip parkir dengan sistem secure parking di Pasar TU, dengan biaya yang sangat tinggi dan tidak wajar, sehingga kami semua merasa keberatan dan kecewa.”

Wawi menuturkan, “aksi hari ini masih dapat diredam sehingga tidak berdampak lebih meluas, namun jika Pemkot Bogor terus membiarkan hal ini, tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan hal lebih membahayakan.”

“Ini persoalan yang tidak bisa didiamkan, ini masalah warga mencari nafkah untuk kebutuhan perut. Pemkot Bogor jangan diam saja, ini persoalan masyarakat bisa meluas urusannya jika dibiarkan,” Kata Wawi

Lanjut Wawi,” kami butuh ketegasan Pemkot Bogor untuk menetapkan siapa yang mengelola Pasar TU, tentunya sesuai dengan hukum dan aturan yang ada.”

” Saya tegaskan jika memang Pemkot Bogor tidak sama sekali melakukan tidak secepatnya terhadap permasalahan di Pasar TU, sangat mungkin akan terjadi kisruh yang lebih parah,” pungkasnya.

Reporter: Rendi, Dody
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*