Kemenangan Mahathir di Pemilu Malaysia Akhiri 60 Tahun Kekuasaan Barisan Nasional

Perdana Menteri Malaysia terpilih Mahathir Mohamad merayakan kemenangan koalisi Pakatan Harapan pimpinannya di Kuala Lumpur, 10/5/2018 (EPA-EFE/Fazry Ismail)
Perdana Menteri Malaysia terpilih Mahathir Mohamad merayakan kemenangan koalisi Pakatan Harapan pimpinannya di Kuala Lumpur, 10/5/2018 (EPA-EFE/Fazry Ismail)

KUALA LUMPUR (KM) – Koalisi partai Malaysia yang tergabung dalam “Pakatan Harapan” memenangi Pemilihan Raya Umum (PRU) di Malaysia, melengserkan kekuatan koalisi Barisan Nasional (BN) yang telah berkuasa di Negeri Jiran itu selama 60 tahun. Koalisi yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Malaysia Tun Mahathir Mohamad dan Wan Azizah Wan Ismail, istri dari mantan wakil perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim, itu merebut 113 dari 222 kursi di Parlemen Malaysia setelah pemilu yang digelar kemarin, Rabu 9/5/2018 .

Kemenangan koalisi Pakatan Harapan itu mengukuhkan Mahathir, yang kini sudah berumur 92 tahun, untuk kembali meraih jabatannya sebagai perdana menteri Malaysia, yang ia tinggalkan pada tahun 2003 ketika ia mengundurkan diri, serta menetapkan Wan Azizah sebagai wakil perdana menteri.

Sebelum kekalahannya di PRU tahun ini, Koalisi BN telah menguasai perpolitikan Malaysia sejak kemerdekaan Negeri Jiran itu dari jajahan Inggris pada tahun 1957.

Adapun kekuatan BN di peta perpolitikan Malaysia sudah mulai goyah sejak mencuatnya megaskandal korupsi 1MDB yang diduga melibatkan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak serta sejumlah masalah perekonomian seperti meningkatnya pajak dan biaya hidup di Malaysia.

Sementara Pakatan Harapan mendominasi PRU di 7 dari 13 negara bagian di Malaysia, di negara bagian Kelantan dan Terengganu di bagian utara Semenanjung Malaysia, Parti Islam Se-Malaysia (PAS) meningkatkan dominasinya dan memperkuat kekuasaannya di Parlemen tingkat negara bagian, dimana partai di luar koalisi BN maupun Pakatan Rakyat tersebut menerapkan bentuk hukum berdasarkan syariat Islam yang serupa dengan yang diterapkan di Aceh.

Perdana Menteri Tertua di Dunia

Di umurnya yang ke-92, Mahathir Mohamad menjadi perdana menteri tertua di dunia. Sebelumnya, ia sudah berkuasa sebagai perdana menteri Malaysia selama 22 tahun (1981-2003), dalam era yang diwarnai dengan pembangunan dan pengembangan perekonomian yang pesat.

Namun masa kekuasaannya juga tidak luput dari beragam kontroversi politik, seperti pemenjaraan terhadap mantan wakilnya, Anwar Ibrahim, dengan tuduhan sodomi.

Menariknya, Mahathir dan mantan pesaingnya itu mengesampingkan “permusuhan” mereka ketika membentuk koalisi “Pakatan Harapan”, yang terdiri dari 4 partai yaitu Parti Keadilan Rakyat (PKR), Parti Tindakan Demokratik (DAP), Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) dan Parti Amanah Negara (PAN).

Salah satu dari janji politik Mahathir saat berkampanye adalah untuk membebaskan Anwar Ibrahim, yang kini tengah mendekam di penjara setelah dijebloskan kembali dengan tuduhan sodomi, dan segera mundur dari jabatan perdana menteri untuk diserahkan kepada mantan lawan politiknya itu.

Reporter: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*