Pemkab Bireuen Dituding Rampas Lahan Sawah untuk Waduk Paya Seukameh, Warga Ancam Geruduk Kantor Bupati

Ketua Kelompok Tani Tengku Dijaba menunjukkan lokasi sawah yang diduga
Ketua Kelompok Tani Tengku Dijaba menunjukkan lokasi sawah yang diduga "dirampas" oleh Pemkab Bireuen kepada wartawan, Kamis 5/4 (dok. KM)

BIREUEN, ACEH (KM) – Proyek pembuatan waduk Paya Seukameh pada tahun 2013 silam masih menyisakan permasalahan yang menyayat hati warga setempat, pasalnya pembebasan lahan atau ganti rugi lokasi waduk/embung Paya tersebut hingga saat ini belum diselesaikan.

Lokasi waduk yang tadinya adalah lokasi cetak sawah milik Kelompok Tani Tengku Dijaba pada tahun 2012 silam kini sudah berubah menjadi kubangan besar seluas sekitar 18 hektar.

Ketua kelompok tani Tengku Dijaba, Budiah Ali alias Pomren kepada awak media mengatakan, pihaknya baru satu kali menanam padi di lokasi cetak sawah tersebut, kemudian pada tahun 2013 lokasi cetak sawah itu dijadikan waduk tanpa ada musyawarah dengan yang bersangkutan, apalagi ganti rugi.

“Kami merasa hak kami dirampas oleh pemerintah Bireuen, kami adalah pemilik sah tanah tersebut karena kami memiliki surat berupa segel tahun 1951 maupun SKT dari Keuchik, segala upaya sudah kami lakukan untuk meminta hak kami dibayar, baik melalui DPRK Bireuen maupun kepada pemerintah Bireuen melalui Asisten 1 namun pemerintah Bireuen berdalih surat kami tidak berlaku karena bukan hak milik (sertipikat),” jelas Budiah.

“Kami sangat berharap kepada Pemkab Bireuen saat ini, melui Bapak Bupati Syaifan Nur untuk menyelesikan masalah ini, jika tidak maka pembangunan waduk tahun ini akan kami hadang atau kami hentikan sampai titik darah penghabisan demi mempertahankan hak atas harta kami,” ucapnya.

Pomren juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat warga yang merasa tanahnya diambil untuk waduk oleh Pemkab Bireuen akan mendatangi Kantor Bupati setempat untuk menyampaikan keluhan, apabila tidak ditanggapi warga mengancam tidak akan pulang meskipun berhari-hari.

“Dalam waktu dekat kami akan mendatangi kantor Bupati untuk mengadukan nasib kami, sebelum permintaan kami di tanggapi, kami akan tetap berada di kantor bupati meski berhari-hari,” pungkasnya.

Reporter : ZK
Editor : HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*