Oknum Guru Yayasan Al-Anwar Islamic School Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

BOGOR (KM) – Sungguh naas nasib Bunga (14), warga Jakarta yang sedang menuntut ilmu di sekolah Al-Anwar Islamic School (AIS) yang beralamat di Kampung Pasir Eurih RT 01/08 Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong. Gadis belia itu mengalami pelecehan seksual oleh salah satu oknum guru bernama Wibi ketika di sekolah tersebut.

Menurut informasi yang dapat dihimpun oleh KM, kejadian pelecehan seksual dilakukan bulan lalu di sekolah tersebut, dan telah dilakukan oknum guru itu berulang kali. Seorang warga setempat, Wahyu, mendapati kabar miring tersebut dari wali santri yang mendapat laporan dari orang tua korban yang tidak terima anaknya dilecehkan.

Aten Badrul Munir, ketua RT berkomentar, “kejadian satu bulan lalu, kita dapat info dari wali santri, yang pada waktu itu mendatangi yayasan dengan keinginan pelaku pelecehan harus dikeluarkan dari sekolah sebab telah merusak masa depan korban, dan kami disini bersama warga merasa resah dengan adanya kejadian tersebut, karena tempat kejadiannya ada di wilayah kami,” ungkapnya.

Ia menyayangkan sikap pemilik Yayasan al-Anwar Islamic School yang “selalu tertutup” terhadap warga dan wali santri. Ia pun mengaku bersama warga akan terus mendatangi Yayasan itu untuk meminta penjelasan mengenai guru yang diduga telah berbuat tak senonoh itu.

“Kami hingga sekarang tidak tahu apakah guru tersebut masih mengajar atau tidak, makanya sampai kapanpun kami akan terus datangi sekolah ini agar kejadian tidak terulang lagi, supaya guru tersebut dipecat,” tambahnya.

Teguh Damarwansah, Wakanit Pol PP Kecamatan Cigombong membenarkan adanya pelecehan seksual di Yayasan tersebut, namun dirinya tidak bisa berbuat banyak karena “bukan bagian dari tupoksinya.”

“Kami ke sini hanya melakukan pengamanan untuk warga, namun mengenai pelecehan seksual benar namun kasusnya telah diserahkan ke Polsek dan Polres Bogor,” ucapnya.

Sementara itu saat media mencoba untuk konfirmasi ke pihak sekolah, mereka enggan memberikan keterangan.

Reporter : EF

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*