4 Anggota Polres Aceh Timur Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

ACEH TIMUR (KM) – Kapolres Aceh Timur melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap empat anggotanya di halaman Upacara Polres Aceh Timur, Rabu 7/3/2018, akibat ketidakdisiplinan dan juga keterlibatannya dalam kasus narkoba.

Keempat anggota Polres Aceh Timur yang diberhentikan tidak dengan hormat itu yakni Bripda Agustian Saputra, Bripka Siswadi, Brigadir Dian Faisal dan Brigadir Beni Sunanto.

Pelaksanaan upacara PTDH tersebut hanya dihadiri oleh Bripda Agustian Saputra sedangkan 3 peserta lainnya dihentikan in absentia.

Upacara PTDH tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, dengan dihadiri pejabat Polres Aceh Timur mulai dari Wakapolres Kompol Apriadi, para Kabag, Kasat, Kapolsek juga pengurus serta Anggota Bhayangkari Cabang Aceh Timur.

Dalam amanatnya Kapolres menyampaikan, pemberhentian kepada keempat anggota tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 11 -huruf (a) dan pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri dan pasal 5 huruf (a), pasal 15 dan Peraturan Kapolri nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kode Etik Profesi Polri.

Kapolres mengaku menyayangkan pemberhentian tidak hormat tersebut. Namun, dengan berbagai pertimbangan serta pilihan terakhir maka dilakukanlah sidang Komisi Kode Etik yang pada akhirnya terbitlah surat pemberhentian tidak dengan hormat.

“Peristiwa seperti ini tentunya sangat disayangkan oleh kita semua, namun demi organisasi yang kami cintai ini, maka upacara PTDH ini pun kami tetap laksanakan,” ujar Kapolres.

Menurutnya, hal ini merupakan implementasi dari komitmen Polri untuk menegakkan disiplin anggota. Yakni, dengan memberikan reward kepada anggota yang berprestasi dan memberikan punishment kepada anggota yang melanggar disiplin.

Ia mengklaim, upaya penegakan disiplin dan kode etik kepolisian sangat dibutuhkan guna terwujudnya pelaksanaan tugas dan tercapainya profesionalisme Polri.

“Sangat tidak mungkin penegakan hukum dapat berjalan dengan baik, apabila penegak hukumnya sendiri tidak disiplin dan tidak profesional,” terangnya.

Dia menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan tugas Polri selain ditentukan oleh kualitas pengetahuan dan ketrampilan teknis kepolisian yang tinggi, juga ditentukan oleh perilaku setiap personil Polri. Sehingga dapat menghayati dan menjiwai etika profesi kepolisian yang tercermin pada sikap dan perilakunya.

Kapolres juga menyampaikan pesan kepada Bhayangkari agar memberi support terhadap suaminya dalam menjalankan tugas.

Reporter: ZK
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*