KUPAS KOLOM: Pentingnya Pembatasan Pembangunan Villa

Ketua LSM Rumpun Hijau, Sunyoto
Ketua LSM Rumpun Hijau, Sunyoto

Oleh Sunyoto*

Villa menjadi idaman bagi siapapun yang mempunyai uang lebih. Tapi dengan banyaknya villa membawa dampak yang sangat banyak bagi kehidupan masyarakat.

Mayoritas villa di suatu daerah dimiliki oleh orang luar daerah itu. Tujuan dibangunnya sebuah villa berawal sebagai sebuah tempat peristirahatan bagi orang kaya. Namun kini keberadaan villa sudah bergeser menjadi komersil.

Dampak pembangunan villa yang masif adalah sebagai berikut :
1. Merubah kultur masyarakat, karena dengan adanya villa, maka akan menjadi sekat kerukunan/adat istiadat warga setempat.
2. Merubah pola ekonomi masyarakat, yang semula bekerja sebagai petani, berubah menjadi penjaga villa.
3. Tergerusnya adat istiadat warga karena adanya ikatan kerja dengan pemilik villa.
4. Ekonomi masyarakat menurun. Rata-rata orang yang bekerja di villa sebagai penunggu villa bergaji rendah. Dengan alasan penunggu bisa tinggal di area villa tersebut.
5. Dengan keberadaan villa yang bergeser menjadi komersil, maka mengancam dunia usaha perhotelan/losmen. Karena banyak tamu yang akhirnya menginap di villa.
6. Pendapatan pajak Pemda menurun. Dengan adanya villa tingkat hunian hotel menurun, dampaknya pajak yang disetorkan juga menurun. Sementara villa sampai hari ini belum ada aturan yang jelas terkait pajaknya.
7. Hilangnya lahan pertanian warga. Karena banyak villa dengan lahan yang luas. Dan sisa dari bangunan atau lahan yang tersisa tidak dimanfaatkan untuk pertanian.
8. Penjaga villa berstatus pekerja lepas, meski bergaji bulanan. Hal ini menyebabkan pekerja villa tidak mempunyai kekuatan melawan pemilik villa. Karena mereka tidak masuk pada pekerjaan formal yang dilindungi UU.

Pemerintah harus mulai memikirkan aturan atau menegakkan aturan tentang fungsi villa. Mengembalikan fungsi villa bagi villa yang sudah berdiri, sesuai ijin yang diajukan.

Sisi lain memang keberadaan villa memberi warna tersendiri bagi sebuah kampung. Adanya bangunan yang megah, taman yang baik dan tata ruang yang baik.

Banyak lahan pertanian atau resapan yang beralih fungsi menjadi bangunan villa karena pemandangannya yang bagus. Tentu dampaknya lahan resapan banyak berkurang, dan berpotensi bencana bagi lingkungan sekitar.

Bangunan villa rata-rata mempunyai pagar yang tinggi, melebihi aturan yang ada. Hal tersebut menciptakan tata ruang yang egois, menciptakan lorong yang tidak menyatu dengan kulture budaya masyarakat setempat.

Jika villa hanya berfungsi sebagai rumah singgah pribadi pemilik , maka potensi pembangunan hotel dan losmen akan berkembang. Lapangan pekerjaan profesional pun akan sangat terbuka bagi warga sekitar.

Semoga bisa menjadi pemikiran kita bersama dengan pemerintah sehingga setiap peraturan yang dibuat dan ditegakkan bermanfaat bagi alam dan warga sekitar.

*Ketua LSM Rumpun Hijau

Leave a comment

Your email address will not be published.


*