Prof Rizal Damanik: “Sayur Torbangun Tingkatkan Produksi ASI”

Prof. Rizal Damanik (stock)
Prof. Rizal Damanik (stock)

BOGOR (KM) – Air susu ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan satu-satunya yang sesuai dengan kondisi bayi. Kandungan gizi ASI mampu memenuhi kebutuhan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ibu menyusui dianjurkan untuk melaksanakan praktek ASI eksklusif, yakni hanya memberikan ASI selama 6 bulan, secara penuh. Namun dalam prakteknya cukup banyak ibu yang merasa produksi ASI mereka tidak mencukupi untuk menyusui bayinya.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk memperbanyak produksi ASI, salah satunya dengan mengonsumsi sayur torbangun. Sayur torbangun merupakan tradisi masyarakat Batak sejak ratusan tahun yang lalu dan khasiatnya sebagai laktagogum (penstimulasi produksi ASI). Hal ini sudah dibuktikan secara ilmiah yang diungkapkan oleh Profesor Rizal Damanik, Guru Besar Ilmu Gizi IPB Bogor, 21 Januari 2018 di Institut Pertanian Bogor.

Menurut Profesor Rizal Damanik, riset penelitian tentang khasiat sayur torbangun bagi peningkatan produksi ASI dan manfaat kesehatan bagi bayi maupun ibu sudah dilakukan sejak tahun 2001. Riset tersebut telah membuka dunia sains Indonesia, khususnya dalam bidang gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

“Tanaman tersebut asli Indonesia dan telah ditetapkan sebagai salah satu jenis tanaman herbal berkhasiat melalui Peraturan Menteri Kesehatan No 16 tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Kondisi kesehatan ibu hamil dan menyusui sangat penting agar bayi mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal,” demikian Prof. Rizal yang dikenal dengan sebutan Bapak Torbangun.

“Bayi sehat yang tumbuh berkembang dengan optimal tidak mudah menderita sakit. Sehingga akan mengurangi biaya perawatan dan pengobatan. Dan dalam jangka panjang bayi ini akan menjadi siswa berprestasi dan kemudian menjadi aset bangsa yang produktif,” ujar Prof. Rizal Damanik yang juga menjabat sebagai Deputi bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN.

Kepada awak media Profesor Rizal menjelaskan bahwa ASI terbukti mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi penyakit diare dan pneumonia. Dua hal tersebut merupakan penyebab utama kematian anak di dunia. Bayi yang mendapat asupan ASI memadai, lebih terlindungi dari gastroenteritis (peradangan perut dan usus), penyakit pernapasan, infeksi telinga dan meningitis.

“Tidak hanya melindungi dalam usia bulan, peran ASI juga memiliki manfaat dalam rentang waktu jangka panjang. Beberapa hasil penelitian dunia melaporkan bahwa, bayi yang mendapatkan ASI secara mencukupi, memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit radang usus ketika masuki usia dewasa,” tutur dirinya.

Lebih lanjut, profesor mengungkapkan bahwa mekanisme tersebut disinyalir berasal dari kandungan zat kekebalan tubuh, yaitu imunoglobulin A (ig A) yang banyak terkandung dalam kolostrum. Kolostrum adalah ASI yang pertama kali dikeluarkan dari payudara, memiliki konsistensi agak kental dan berwarna kekuningan.

Reporter: rms080km
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*