Aceh Utara Dilanda Banjir Hebat, 21 Ribu Warga Terpaksa Diungsikan

Seorang ibu yang mengalami sakit dievakuasi pihak relawan ke tempat yang lebih aman di depan Kantor Polsek Lhoksukon, Senin 4/12 (dok. Raz/KM) Seorang ibu yang mengalami sakit dievakuasi pihak relawan ke tempat yang lebih aman di depan Kantor Polsek Lhoksukon, Senin 4/12 (dok. Raz/KM)

ACEH UTARA (KM) – Akibat curah hujan tinggi, banjir kian meluas ke sejumlah wilayah Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dan diperkirakan 21 ribu warga diungsikan. Banjir kiriman tersebut ada yang berasal dari pegunungan dan juga luapan air sungai, akibat tanggul Sungai Kereuto, Sungai Pirak, dikabarkan jebol dihantam banjir. Debit air yang semakin tinggi sudah meluap dan mengenai badan jalan Medan-Banda Aceh hingga sejumlah pemukiman penduduk terendam.

22 Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terendam banjir, yang kini ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter di beberapa tempat.

Akibat air pasang, aktivitas sejumlah warga terhenti dan sekolah terpaksa diliburkan, dikarenakan sejumlah halaman dan ruangan terendam banjir. Sejumlah pedagang buah dan ikan di Lhoksukon juga mengalami hal yang sama.

Pantauan langsung kupasmerdeka.com di lokasi bencana banjir, para pedagang buah dan ikan terpaksa harus menjual dagangannya di atas trotoar badan jalan, mereka juga mengaku mengalami banyak kerugian selama banjir menghantam wilayahnya.

Informasi yang diterima KM di lapangan, untuk sementara yang terdaftar sebagai pengungsi sebanyak 21 ribu jiwa dari 22 kecamatan di Aceh Utara. “Diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah jika debit air bertambah tinggi, ini masih data sementara,” kata Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Munawar SE.

Kabag Humas Aceh Utara T Munadir Nadirsyah, saat dimintai keterangannya ditempat yang sama, mengharapkan pada masyarakat yang terkena bencana banjir untuk mengungsi ke posko yang telah disediakan. “Supaya memudahkan didistribusikan bantuan bahan makanan, karena bantuan akan didistribusikan ke pusat pengungsian, dan dapur umum,” harapnya.

Ia juga menjelaskan, “kita kuatirkan debit air bisa bertambah karena curah hujan yang tinggi terus mengguyur pegunungan Bener Meriah, karena banjir tersebut kiriman dari Bener Meriah, oleh karenanya kami menghimbau kepada seluruh masyarakat  yang terkena banjir untuk mengungsi ke posko yang telah disediakan guna untuk menghindari timbulnya korban jiwa,” jelasnya.

Reporter: Azhar
Editor: HJA

Teks photo : Debit Air semakin tinggi meluap mengenai badan jalan Lintas Sumtra tepat di depan terminal bus Lhoksukon Aceh Utara. Senin (4/12/Photo/Azhar Alias Rais Azhary)

Photo : Seorang Ibu yang mengalami sakit di evakuasi pihak relawan ketempat yang lebih aman di depan Kantor Polsek Lhoksukon. Senin (4/12/photo/Raz

Leave a comment

Your email address will not be published.


*