Kasus Setnov Dinilai Menyangkut Harkat dan Martabat Kehormatan DPR

Anggota Komisi III DPR-RI dari PArtai Hanura, Syarifuddin Sudding (stock)
Anggota Komisi III DPR-RI dari Partai Hanura, Syarifuddin Sudding (stock)

JAKARTA (KM) – Sejak ditahannya Ketua DPR Setya Novanto dengan memakai rompi warna orange ciri khas tahanan KPK, banyak spekulasi bermunculan, baik dari kalangan politisi, akademisi dan dari senior-senior parpol dan DPR.

Terkait kekosongan ketua DPR, Anggota Komisi III dari Partai Hanura Syarifuddin Sudding mengatakan, “Saya kira hari ini MKD akan mengambil sikap dan saya sudah berkoordinasi dengan Pimpinan dan kita akan segera melakukan Rapat karena kita memahami bahwa Pak Setnov dalam posisi ditahan oleh KPK,” ujar Sudding, Senin 20/11, di Kompleks Parlemen.

“Dalam konteks itu dalam pasal 37 dan 87 UU MD3 bahwa pergantian Pimpinan Dewan bisa dilakukan manakala yang bersangkutan tidak bisa melaksanakan tugasnya secara berkelanjutan dan atau tiga bulan secara berturut-turut tidak melaksanakan tugasnya tanpa alasan dan atau melakaukan pelanggaran etika sesuai keputusan MD3,” jelasnya.

Menurutnya, ketika seseorang sudah ditahan oleh institusi penegak hukum, hal ini menyangkut masalah integritas DPR. “Dalam konteks ini memang saya kira semua memahami ketika yang bersangkutan ditahan sebagai Ketua DPR, saya kira memang tidak bisa lagi melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Ketua dan saya kira ini menyangkut marwah kedewanan sebagaimana ini diamanahkan dalam tata tertib kita dan acara di MKD,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa Pasal 42 di Tatib DPR bahwa pergantian Pimpinan Dewan bisa dilakukan atas rekomendasi dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

“Meskipun diketahui semalam KPK sudah melakukan langkah hukum berupa penahanan terhadap Setnov, dan ketika itu terjadi, maka MKD harus bersikap,” ujar Sudding.

“Saya kira MKD harus bertindak tegas dan ini tidak bisa dihindari karena menyangkut harkat dan martabat dan kehormatan Dewan,” sambungnya.

Reporter: Indra Falmigo
Edito: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*