Geuchik Gampong Telaga Tujoh Diduga Melakukan Proyek Fiktif

Sekdes Gampong Telaga Tujoh, Elfijar Yudi (dok. KM)
Sekdes Gampong Telaga Tujoh, Elfijar Yudi (dok. KM)

LANGSA (KM) – Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong Telaga Tujoh, Langsa Barat, Elfijar Yudi telah melaporkan Geuchik Gampong kepada Walikota Langsa Usman Abdullah, melalui surat resmi tentang Dugaan Proyek Fiktif alias tidak dikerjakan sama sekali, menurut suratnya yang diterima oleh media KupasMerdeka.com Jumat (17/11).
“Memang fiktif, anggaran sudah ditarik proyek fisiknya tidak ada. Saya siap bertanggung jawab atas pernyataan saya ini, saya siap mempertaruhkan baju PNS saya jika ini tidak benar,” kata Sekdes yang masih mengantongi SK jabatan itu.

Isi surat tersebut mengatakan kepada Walikota bahwa dirinya telah menyampaikan di saat PJ Geuchik Muhammad dan sudah pernah membuat perencanaan pembangunan melalui mekanisme musyawarah Gampong, dari hasil musyawarah masyarakat diputuskan untuk membangun jembatan Dusun yang terletak di Ujung Cina dengan Anggaran sebesar lebih kurang Rp. 73.000.000,- dan juga membuat 3 buah bak penampungan air bersih di 3 Dusun dengan anggaran per-baknya Rp. 40.000.000, setelah di total keseluruhan biaya pembuatan bak mengeluarkan biaya lebih kurang Rp. 120.000.000,-.

Namun pada saat dilantiknya Geuchik Gampong Telaga Tujoh Baru yang bernama Jawahir di akhir tahun 2016, semua kegiatan perencanaan pembangunan tersebut tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, dan yang lebih mengherankan lagi Geuchik yang baru saja dilantik, kemudian melakukan perubahan perencanaan pembangunan tanpa melalui musyawarah kepada masyarakat sehingga menimbulkan gesekan di tengah masyarakat Gampong.

Maka dirinya memohon kepada Walikota Langsa melalui surat yang dilaporkan sebelumnya bahwa PJ Geuchik Gampong Telaga Tujoh Muhammad telah mengundurkan diri.

Kemudian Geuchik Gampong Telaga Tujoh yang baru dilantik tersebut telah melakukan perubahan masalah Anggaran proyek yang sudah ada. Oleh sebab itulah perubahan yang dilakukan oleh Geuchik pada saat ini yaitu Jawahir telah menimbulkan permasalahan dan keributan di tengah masyarakat Gampong Telaga Tujoh, dikarenakan adanya perubahan yang dilakukan oleh Geuchik Jawahir maka terindikasi ada penyelewengan anggaran pembangunan dimaksud.

Perlu dipaparkan yaitu seperti pembuatan jembatan dengan anggaran sebelumnya dianggarkan lebih kurang sebesar Rp. 73.000.000, terakhir anggaran tersebut bisa menjadi Rp.307.887000 lebih.

Untuk pembuatan 3 buah bak penampungan air bersih di tiga Dusun, ternyata sampai hari ini satu bak pun tidak dikerjakan oleh Geuchik Jawahir, kemudian Dana Simpan Pinjam (BUMG) Anggaran Tahun 2015 yang masih berjalan telah dihentikan tanpa alasan yang jelas, menurut Sekdes Elfijar Yudi.

Sekdes Elfijar Yudi menambahkan, begitu pula dengan Dana (BUMG) Tahun 2016 juga tidak dikelola dengan benar atau tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Menurutnya, bila ada penarikan yang seharusnya dipotong pajak sebsar 11,5%, kalau pajak (PPN) dipotong sebesar 20%, maka dana yang sebesar 8,5% dapat diduga mereka bagi-bagikan kepada perangkat Gampong.

Menurut Sekdes tersebut kepada Walikota Langsa melalui suratnya, bahwa hal tersebut masih banyak terdapat kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan bahkan hampir semua kegiatan di mark-up oleh Geuchik Gampong Telaga Tujoh Jawahir.

Dia pun berharap kepada Walikota  Langsa selaku kepala Pemerintahan Kota Langsa untuk mengirimkan Tim Inspektorat untuk melakukan Audit Dana yang bersumber dari APBK dan APBN.

Sementara itu, Geuchik Gampong Telaga Tuju Kecamatan Langsa Barat Pemerintah Kota Langsa Jawahir  ketika ingin dikonfirmasi oleh KM melalui telepon selulernya tidak aktif.

Reporter: MN
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*