Air Bah dari Pabrik Bahan Material Banjiri Perumahan Warga, Muspika Cileungsi dan Warga Tuntut Tanggung Jawab

BOGOR (KM) – Menindaklanjuti permasalahan banjir air bah akibat tembok selokan milik perusahaan PT. PPU yang jebol memasuki ke pemukiman warga perumahan, Muspika Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor mendampingi warga yang terdampak untuk melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, Selasa (14/11/2017).

Ternyata, pertemuan antara warga dengan pihak perusahaan sudah dilakukan sebanyak 7 kali. Selain tembok selokan yang ambruk, juga pernah dibahas permasalahan yang lainnya seperti masalah Tata Kelola Lingkungan hingga persoalan penyaluran CSR yang tak pernah ada dari perusahaan sejak 20 tahun silam.

Unsur Muspika yang hadir sebagai penengah terkait persoalan lingkungan warga, antara lain Kepala Desa diwakilkan oleh Satgas Desa, perwakilan Kecamatan Kanit Pol-PP, perwakilan Kapolsek Kanit Bimaspol dan Babinkhamtibmas Endang, perwakilan Danramil Kanit Babinsa. Untuk perwakilan lingkungan, warga didampingi oleh Al Hafiz Rana bersama Ketua RT 10, 11, 12 dan RW 06.

Diketahui, dari data yang ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak akibat air bah dari selokan milik PT. PPU yang masuk ke lingkungan pemukiman warga perumahan. Selain rumah warga yang terdampak, juga Fasos/fasum perumahan ikut rusak.

Al Hafiz Rana, yang merupakan warga RW 06 Desa Limusnunggal, menjelaskan atas kesepakatan pertemuan mediasi antara warga terdampak yang didampingi oleh muspika setempat dengan pihak PT. PPU, dirinya mengatakan tiap warga yang terdampak diganti rugi sebesar Rp 500 ribu per KK. “Untuk kendaraan yang rusak dan fasos/fasum warga akibat banjir juga akan diganti rugi oleh pihak perusahaan,” terangnya. 

Banyak persoalan yang menyangkut PT. PPU, selain masalah banjir hingga CSR yang tidak tersalurkan kepada warga sekitar. Juga persoalan masalah perizinan yang diduga belum dimiliki oleh PT. PPU, antara lain izin Amdal yang disinggung oleh Kanit Bimas Polsek Cileungsi bersama warga yang diungkapkan di saat mediasi berlangsung dengan pihak perusahaan.

Terungkap pula bahwa perusahaan tersebut bukan hanya memproduksi bahan material bangunan yang terbuat jenis dari plastik/fiber saja, tetapi di dalam pabrik PT. PPU tersebut juga terdapat produksi pembuatan bijih plastik.

Terpisah, usai mediasi Kanit Pol-PP Kecamatan Cileungsi, Suryadi, mengatakan pihaknya akan terus memantau lingkungan warga pasca terdampak banjir air bah akibat tembok saluran drainase milik PT. PPU jebol.

“Akan saya pantau terus hasil dari kesepakatan pihak perusahaan yang katanya mau ganti rugi ke warga hingga terealisasi. Akan tetapi terkait lingkungan warga jangka panjangnya pun juga harus diperhatikan oleh perusahaan yang bersangkutan,” ucapnya.

Reporter: Yudhi/red
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*