Tidak Terima Gaji Sejak Maret, Nasib SK CPNS 125 Bidan PTT di Aceh Selatan Terkatung-katung

Koordinator Lembaga Pemerhati Parlemen Aceh, Muzakir (dok. KM) Koordinator Lembaga Pemerhati Parlemen Aceh, Muzakir (dok. KM)

ACEH SELATAN (KM) – Koordinator Lembaga Pemerhati Parlemen Aceh (LPPA) Muzakir meminta pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memperjuangkan nasib 125 bidan pegawai tidak tetap (PTT) di kabupaten tersebut, Senin 2/10. Sampai saat ini, para bidan PTT itu belum menerima SK CPNS, setelah sebelumnya bidan yang lulus tes Kemenkes RI di Aceh dan Aceh Selatan khususnya sempat mempertanyakan kepastian menjadi CPNS, karena pemerintah belum mengeluarkan nomor induk pegawai (NIP) kepada mereka.

Adapun masa tugas para bidan itu sebagai PTT yang digaji Kemenkes RI berakhir pada Februari 2017 silam, sehingga sejak Maret 2017, mereka tidak menerima gaji.

Muzakir sangat menyayangkan kondisi para bidan PTT di Kabupaten Aceh Selatan, yang bekerja tanpa gaji oleh pemerintah, tapi mereka tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai bidan yang ditugaskan di daerah-daerah terpencil Aceh Selatan.

“[Kami] meminta Bupati Aceh Selatan untuk memperjuangkan nasib SK CPNS bidan PTT tersebut ke pusat kembali, [karena] hingga sampai hari ini belum mendapat kepastian penerimaan nomor induk pegawai (NIP),” ucapnya.

Muzakir melihat beberapa daerah kabupaten/kota di Aceh sudah turun SK CPNS seperti Aceh Barat kemarin, Senin (2/10), sebanyak 146 bidan dan dokter tidak tetap (PTT) menerima SK pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil.

Koordinator LPPA itu kembali meminta Pemkab Aceh Selatan untuk “memperjuangkan nasib bidan PTT Kabupaten Aceh Selatan yang sampai hari ini belum mendapatkan kejelasan secara ril dan jelas,” ujarnya.

“Mengetahui hal tersebut kita sangat prihatin atas nasib bidan PTT berjumlah 125 orang, maka dalam hal ini sangat kita sayangkan atas sikap pemerintah. Ketika mereka bekerja tanpa digaji sehingga ini terus berlarut tanpa ada kejelasan sama sekali oleh pihak pemerintah daerah,” tutup Muzakir.

Reporter: Ariandy
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*